ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mantan Kepsek SMKN 53 Jakarta dan Mantan Sudin Jakbar Ditahan Atas Dugaan Korupsi Dana BOS

Korupsi Dana Desa, Polisi Penjarakan Eks Camat Natal

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/10/2021). Mantan Kepala SMKN 53 Jakarta, Widodo, dan mantan staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Muhamad Faisal ditahan atas dugaan kasus korupsi.

Mereka ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat sejak Kamis (14/10/2021).

Setelah ditetapkan tersangka, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menahan mereka atas dugaan kasus korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Anggaran 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Dwi Agus Arfianto menyampaikan, sebelum ditahan, keduanya sempat diperiksa selama kurang lebih tiga jam oleh penyidik.

“Tersangka Widodo dan Muhamad Faisal ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Salemba Jakarta Pusat,” ujar Dwi Agus.

Alasan penyidik melakukan penahanan , kata dia, untuk mempermudah proses penyidikan. Dan, penahanan dilakukan agar keduanya tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Untuk mempermudah penyidikan, agar tidak melarikan diri, maupun menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Jakbar Reopan Saragih mengatakan, dari hasil penghitungan kerugian negara oleh BPK RI berdasarkan Surat Nomor: 5/LHP/XXI/10/2021 tanggal 8 Oktober 2021, dari total nilai anggaran BOS dan BOP tahun anggaran 2018 senilai Rp7.897.710.632, telah ditemukan penyalahgunaan anggaran baik dari anggaran BOS maupun BOP kurang lebih sebesar Rp2.399.211.203.

“Alhamdulilah dari hasil gelar perkara kami, tim BPK RI telah selesai melakukan penghitungan kerugian keuangan negara dan atas perbuatan para tersangka dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) TA 2018 telah merugikan keuangan negara sekitar Rp2,3 miliar dari pagu anggaran sebesar Rp7,8 miliar,” jelas Reopan.

Reopan dan tim penyidik masih terus mendalami kasus ini.

“Tim penyidik masih tetap melakukan pendalaman guna menemukan fakta baru dan akan terus menggali apakah ada keterlibatan oknum atau pejabat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka,” terangnya.

“Kedua tersangka Widodo dan Muhamad Faisal dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KH. Iskandar Umar Abdul Latif

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Jumat 15 Oktober 2021