ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Depresi Diteror Debt Collector Pinjol, Warga Jabar Lapor ke Polda Jabar

Depresi Diteror Debt Collector Pinjol, Warga Jabar Lapor ke Polda Jabar

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/10/2021). Imbas dari korban teror dari debt collector atau penagih utang aplikasi pinjaman online atau pinjol, seorang warga Jawa Barat, TM, menjadi depresi dan harus dirawat di rumah sakit.

Informasi itu diketahui dari sebuah laporan polisi di Polda Jabar nomor laporan LPB/828/X/2021/SPKT/POLDA JABAR, tanggal 14 Oktober 2021 a.n. Pelapor yakni TM.

Polda Jabar yang menangani kasus itu langsung bergerak melalui Unit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar selanjutnya menggerebek sebuah bangunan yang diduga sebagai kantor debt collector atau penagih utang aplikasi pinjaman online atau pinjol.

Setidaknya ada 83 orang yang diduga merupakan debt collector diamankan polisi dari penggerebekkan itu.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arif Rahman, mengatakan, kantor debt collector yang digerebek itu membawahi puluhan aplikasi pinjol.

“Ada 23 pinjol ilegal dan satu yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujar Arif, dalam keterangannya, Senin (14/10/2021).

Sejauh ini, pihaknya tengah melakukan pendalaman kasus.

“Kita lakukan pendalaman, langsung dengan mencari keberadaan pelaku pinjol, yang meneror korban,” imbuhnya.

Kemudian, terdapat pula informasi pelaku debt collector Pinjol ilegal itu berada di wilayah Yogyakarta. Tim juga berangkat langsung dan meminta pengamanan ke Polda DIY.

“Tim gabungan pun langsung gerebek sebuah ruko, di wilayah Samirono, Catur nunggal Kec. Depok, Kota Yogyakarta, dan berhasil mendapati adanya praktek Pinjol ilegal tersebut,” terangnya.

Saat tiba di lokasi, polisi mendapati beberapa orang tengah menagih utang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, semua orang yang ada dalam ruko itu langsung diamankan, dengan barang bukti 105 ponsel yang digunakan dan perangkat komputer sejumlah 105 buah.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ada beberapa aplikasi Pinjol yang dioperasikan oleh puluhan orang itu , yakni:

  1. WALLIN
  2. TUNAI CPT
  3. DANATERCEPAT
  4. PNJAM UANG
  5. KANTONG UANG
  6. SUMBER DANA
  7. WADAH PINJAMAN
  8. SAKU88
  9. PAHLAWAN PINJAMAN
  10. PINJAMAN TEMAN
  11. KREDIT KITA
  12. BOS DUIT
  13. MONEY GAIN
  14. DOKUKU
  15. DAILY KREDIT
  16. TARIK TUNAI
  17. UANG INSTAN
  18. TUNAI GESIT
  19. KAPTEN PINJAM
  20. DANA HARAPAN
  21. DUIT LANGIT
  22. COINZONE
  23. SAKU UANG
  24. ONEHOPE (terdaftar di OJK)

Terkait kasus ini, polisi menerapkan Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (2) dan/atau Pasal 45 Jo Pasal 29 UU ITE No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE No. 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo. Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

AS Menentang Permukiman Israel

Read Next

Ilmuwan Ungkap Makanan Sehat untuk Kesehatan Mental Anak