ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Petani-Tukang Bangunan Bobol Uang Nasabahnya, BTPN Buka Suara

Petani-Tukang Bangunan Bobol Uang Nasabahnya, BTPN Buka Suara

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2021). PT Bank BTPN Tbk buka suara perihal tertangkapnya dua tersangka pembobolan 14 rekening nasabah.

Bank BTPN mengakui penangkapan itu sebagai tindak lanjut dari laporan manajemen pada Juli 2021 lalu.

Bank BTPN juga mendukung kepolisian menjalani proses hukum yang berlaku sampai selesai.

Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto menyampaikan kasus pembobolan tersebut menjadi pelajaran dan peringatan bagi tersangka.

Darmadi juga memastikan manajemen bakal selalu serius menindaklanjuti setiap kasus yang terjadi dan merugikan nasabah.

“Keamanan data dan dana nasabah merupakan prioritas utama kami. Kami memastikan bahwa bertransaksi di Jenius Bank BTPN aman selama nasabah selalu menjaga kerahasiaan data pribadi mereka,” kata Darmadi melalui keterangan resminya, Rabu (13/10/2021).

Adapun data pribadi yang dimaksud, yakni salah satunya one-time password (OTP), personal identification number (PIN), dan kata sandi atau password.

“Kami juga berterima kasih kepada nasabah yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi mereka, sehingga tidak terjadi lagi kasus penipuan di Jenius Bank BTPN,” jelas Darmadi.

Manajemen, kataDarmadi, siap memenuhi panggilan kepolisian jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini.

Bank BTPN diketahui juga melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum terkait pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Kemudian, manajemen juga telah menonaktifkan akses Jenius melalui situs untuk meminimalisir risiko rekayasa sosial oleh pelaku tindak kejahatan siber.

Darmadi juga mengungkapkan pihaknya terus melakukan sejumlah langkah untuk menambah keamanan perbankan digital. Hal ini dilakukan dengan teknologi berlapis.

“Bank BTPN telah memenuhi standar keamanan perbankan dan senantiasa menambah sistem keamanan Jenius sebagai perbankan digital kami dengan keamanan kelas dunia,” ungkap Darmadi.

Sebagaimana diberitakan, polisi menangkap dua tersangka pembobolan 14 rekening nasabah Bank BPTN.

Kedua tersangka berinisial D dan O itu ditangkap di daerah Sumatera pada pekan lalu. Polisi masih mengejar dua tersangka lain yang masih buron.

“Kasus akses ilegal ke Bank BTPN yang korbannya 14 orang nasabah bank, yang merasa tidak melakukan transaksi tapi isi rekeningnya dipindahkan ke para tersangka,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri.

Yusri mengatakan para tersangka ini telah melakukan akses ilegal untuk menguras rekening nasabah sejak Juni 2021 lalu.

Para tersangka saat melancarkan aksinya mengaku sebagai karyawan Bank BTPN. Mereka menelepon para korbannya dan menawarkan produk rekening Jenius dari Bank BTPN.

“Korban terpengaruh lalu mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan daftar login yang di dalam link tersebut harus diisi data nasabah dan kode OTP,” kata Yusri.

Usai berhasil mendapatkan data nasabah, para tersangka bisa dengan leluasa melakukan akses dan menguras isi rekening korban.

“Dari 14 nasabah ini, kerugian hingga Rp2 miliar,” kata Yusri.

Para tersangka dijerat Pasal 30 jo Pasal 46 jo Pasal 32 Jo Pasal 48 Jo Pasal 35 Jo Pasal 52 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api.

Dari pengakuan keempat pelaku, mereka belajar mendapatkan ilmu untuk melancarkan aksinya melalui belajar otodidak.

Yusri mengatakan para pelaku yang ditangkap di daerah Sumatera ini rata-rata bekerja sebagai petani.

“Pelaku ini kerjanya sebagai petani, tapi punya keahlian. Jadi mereka serabutan, bahkan ada yang tukang bangunan yang DPO ini,” terang Yusri.

Polisi sejauh ini masih mendalami nasabah lain yang diduga menjadi korban pelaku. Namun dari 14 nasabah yang telah menjadi korban, total kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah.

“Dari 14 nasabah ini kerugian hingga Rp 2 miliar,” kata Yusri.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Daftar Negara-negara yang Boleh ke Bali dan Kepri

Read Next

Polisi Ungkap Penyebab Ledakan di Koja