ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kapolsek Percut Sei Tuan Dipecat Buntut Pedagang vs Preman Saling Lapor

Kapolsek Percut Sei Tuan Dipecat Buntut Pedagang vs Preman Saling Lapor

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2021). Buntut dari kasus pedagang dipukul preman jadi tersangka di Pajak Gambir, Deli Serdang, Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara (Sumut) memberhentikan Kapolsek Percut Sei Tuan Medan AKP Janpiter Napitapulu.

Tersangka yang merupakan seorang pedagang itu awalnya membela diri akan tetapi justru ditetapkan sebagai tersangka.

“Kapolsek juga dicopot dari jabatannya,” ujar Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Tak hanya itu, Polda Sumut juga memberhentikan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Panca menilai mereka tidak profesional dalam menangani kasus itu.

“Pencopotan Kanit Reskrim dan Kapolsek sebagai langkah pendalaman,” ujar Panca.

Sementara itu menurutKadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, setelah audit penyidikan, Polri mengatakan kasus pedagang dipukul preman jadi tersangka itu dihasilkan bahwa penyidikan dinyatakan tidak profesional.

“Setelah dilakukan audit penyidikan. Berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan. Sehingga per 12 Oktober 2021 Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dicopot. Dicopot jabatannya oleh Kapolrestabes Medan,” terang Argo, Rabu (13/10/2021).

Argo menambahkan sejauh ini, terus dilakukan pemeriksaan termasuk memeriksa Kapolsek Percut Sei Tuan.

“Kapolsek dalam proses,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kasus ini bermula terkait video seorang wanita ditendang pria di Pajak Gambir, Deli Serdang, viral.

Tak berselang lama diketahui wanita itu berinisial LG dan pria diduga menendangnya berinisial BS.

Dalam video tersebut, terlihat LG berada di depan salah satu lapak di area pasar. LG tampak sempat bergerak ke arah si pria diduga preman. Pria itu lalu menghindar dan LG tampak terjatuh serta berteriak.

Pria diduga preman itu tampak menendang LG. Tak hanya itu, terdengar dua suara seperti hantaman ke tubuh seseorang disertai teriakan seorang wanita. Peristiwa itu diduga terjadi pada 5 September 2021.

Usai viral, polisi menangkap BS. Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu, menyampaikan BS telah mengakui perbuatannya saat diinterogasi polisi.

“Sudah kita amankan itu pelakunya ya. Satu orang,” kata Janpiter, dalam keterangannya, Selasa (07/09/2021) lalu.

“Dia mengaku melakukan itu sendirian,” lanjutnya.

Namun, kekinian, usai BS ditangkap, BS justru balik melaporkan LG lantaran merasa dirinya juga dipukul oleh LG. Polisi kemudian melakukan penyelidikan lalu menetapkan LG sebagai tersangka.

“Masing-masing kedua belah pihak membuat laporan ke SPKT Polsek Percut Sei Tuan,” terang AKP Janpiter kepada media, Jumat (08/10/2021) lalu.

BS dan LG, kataJanpiter, diduga saling pukul saat insiden itu terjadi. Janpiter menyampaikan BS melaporkan dua orang, yakni LG dan TH. Sedangkan LG melaporkan tiga orang, yakni BS, DD, dan FR.

“Kedua laporan tersebut sudah terpenuhi dan mencukupi dua alat bukti yang sah. Sekarang dalam proses pemeriksaan,” kata Janpiter.

Dalam surat panggilan terhadap LG, tertera jelas status tersangka terhadap LG. Surat itu menyebut LG sebagai tersangka dan dijerat pasal 170 subs pasal 351 ayat (1) KUHP.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Anggota KPU Sabu Raijua Dipecat Imbas Lalai Loloskan Warga AS Sebagai Calon Bupati

Read Next

Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al Attas Cipayung