ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al Attas Cipayung

Habib Umar bin Muhammad

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2021). Al Allamah Al Arifbillah Al Quthub Al Habib Umar bin Muhammad bin Hasan bin Hud Al Attas dilahirkan oleh seorang wanita shalihah bernama Syarifah Nur binti Hasan Al Attas di Huraidhah, Yaman Selatan pada tahun 1313 H (1892 M).

Suatu saat Al Allamah Arifbillah Al Habib Ahmad bin Hasan Al Attas, seorang Waliyullah besar di kota Huraidhah menyampaikan bisyarah perihal kehamilan Syarifah Nur. Berkata Habib Ahmad, “Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang panjang usianya, penuh dengan keberkahan serta akan banyak orang yang datang untuk bertawassul dan bertabarruk padanya, hendaklah ia diberi nama Umar, sebagai pengganti kakaknya yang juga bernama Umar, yang telah wafat ketika berada di Indonesia bersama ayahnya.” Maka benarlah apa yang dikatakan Habib Ahmad, beliau diberi umur yang panjang, usia beliau mencapai 108 tahun dan seluruh usianya itu senantiasa berada dalam keberkahan.

Habib Umar Bin Hud Al Athos adalah seorang ulama dan konon beliau juga seorang wali quthub yang usianya lebih dari 100 tahun. Dilahirkan di penghujung abad ke 19 di Hadramaut, Yaman Selatan. Sejak usia muda beliau telah datang ke Indonesia. Mula-mula tinggal di Kwitang, Jakarta Pusat. Beliau berdakwah sambil berjualan kain di Pasar Tanah Abang. Kemudian membuka pengajian dan majelis maulid di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.

WAFAT

Beliau berpulang ke hadirat Tuhan Yang Agung pada Rabu malam Kamis, tanggal 11 Agustus 1999 M (1420 H) pada usia 108 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman Al Hawi, Cililitan, Kalibata, Jakarta sesuai dengan wasiat beliau.

SILSILAH NASAB

Habib Muhammad, ayah Habib Umar telah lebih dulu tinggal di Indonesia, setelah sebelumnya selama 20 tahun beliau mengabdikan dirinya menjadi imam di Masjid Syaikh Abdul Qadir Al Jailani yang berada di kota Huraidhah. Habib Umar mempunyai beberapa orang saudara, diantaranya Habib Umar (kakaknya yang telah meninggal sebelum beliau lahir) dan Habib Salim yang mengasuh beliau ketika kecil.

Di sana beliau tinggal bersama Ibunya, Sedangkan Ayahnya berada di Indonesia. Dengan sabar Beliau mengurus Ibundanya yang lumpuh dan sudah terbaring di Kasur selama bertahun- tahun. Setelah Ibundanya meninggal dunia tepatnya ketika beliau berumur 16 tahun, beliau diminta datang ke Indonesia oleh Ayahandanya.

PERJALANAN MENCARI ILMU

Pada tahun 1950-an, ia ke Mekkah dan bermukim selama beberapa tahun. Tapi, sayangnya, saat hendak kembali ke Indonesia, ia tertahan di Singapura. Pasalnya, pada awal 1960-an terjadi konfrontasi antara RI – Malaysia, sementara Singapura merupakan bagian negara itu.

Habib Umar baru kembali ke Tanah Air setelah usai konfrontasi, pada awal masa Orde Baru. Tapi, rupanya banyak hikmah yang diperolehnya di balik kejadian tersebut. Karena, selama lebih dari lima tahun di Malaysia dan Singapura, ternyata ia sangat dihormati oleh umat Islam setempat, termasuk Brunei Darussalam.

Seperti dikatakan oleh pihak keluarga, Habib Umar bukan saja dihormati oleh Sultan Johor, juga sultan-sultan lainnya di Malaysia. Sedangkan di antara pejabat Malaysia yang sering mendatangi kegiatan Habib Umar di Indonesia, di antaranya Menteri Pendidikan Naguib Tun Razak. Sedangkan dari Singapura, Achmad Mathar, Menteri Lingkungan Hidup juga beberapa kali mendatangi Habib Umar. Juga menteri dari Brunei, termasuk beberapa anggota kerajaannya. Sedangkan menurut Haji Ismet, mereka itu umumnya datang ke Habib Umar, bukan pada saat-saat peringatan maulid.

SANAD KEILMUAN

Di Indonesia, beliau kemudian menimba ilmu kepada ulama-ulama yang diantara guru-guru beliau adalah:

Habib Muhammad (ayah)
Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Attas (Keramat Empang, Bogor)
Al Habib Muhsin bin Muhammad Al Attas (Al Hawi, Jakarta)
Al Habib Alwi Al Attas Azzabidi (Jakarta)
Habib Alwi bin Muhammad Al Haddad (Bogor)
Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Gubah Ampel, Surabaya)
Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdhar (Bondowoso)

KETURUNAN

Diantara anak-anak beliau adalah:

Al Habib Husain
Al Habib Muhammad
Habib Salim
Syarifah Raguan.
Alwi Edrus Alaydrus (cucu)

MURID

KH Zainuddin MZ

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kapolsek Percut Sei Tuan Dipecat Buntut Pedagang vs Preman Saling Lapor

Read Next

Resep Sup Oyong Sosis