ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Daftar Negara-negara yang Boleh ke Bali dan Kepri

Photoshoot dan Video di Bandara Bali Harus Memenuhi Persyaratan Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2021). Pemerintah Republik Indonesia, mengizinkan setidaknya 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta Rabu (13/10/2021).


“Sesuai arahan Presiden RI, kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau,” kata Luhut , dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Adapun 19 negara itu diantaranya yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Terkait alasan negara-negara itu dipilih lantaran dinilai sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mana angka kasus terkonfirmasi COVID-19 berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate rendah.

“Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri),” imbuh Luhut.

Lebih lanjut, semua negara lainnya dan termasuk yang di luar daftar 19 negara itu tetap bisa masuk ke Indonesia, jika melalui pintu masuk perjalanan internasional Jakarta atau Manado, dengan catatan mengikuti ketentuan karantina dan testing yang sudah ditetapkan.

“Lama karantina ini selama 5 hari dan itu tidak hanya berlaku di Bali atau Kepri, tetapi juga di pintu masuk lainnya, baik udara, darat, maupun laut, dan berlaku bagi semua jenis pelaku perjalanan, seperti PMI, TKA, ASN, WNI/WNA umum,” jelas Luhut.

Dan selama karantina berlangsung di Bali dan Kepri, WNA/WNI yang masuk Indonesia tak diperbolehkan keluar dari kamar/private villa/kapal (live on board) sampai masa karantina berakhir dan akan dilakukan pemeriksaan PCR lagi pada hari ke-4 karantina. Selain itu, Luhut juga menerangkan bahwa pembiayaan karantina akan dilakukan secara mandiri bagi seluruh penumpang penerbangan internasional yang masuk dan tidak ada yang dibiayai oleh Pemerintah.

“Oleh karena itu, sebelum boarding menuju Bali/Kepri, mereka harus menunjukkan bukti booking hotel/villa/kapal,” jelasnya.

Luhut mengharapkan pelaksanaan di Bali bagus dan pemerintah akan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu. Luhut menambahkan jenis pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut dapat masuk ke Bali dan Kepri selama mengikuti persyaratan sebelum dan saat kedatangan, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi 2 kali dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris serta memiliki hasil RT-PCR negatif dalam kurun waktu 3×24 jam.

Lalu, sebelum kedatangan, pelaku perjalanan internasional ke Bali dan Kepri harus memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal setara 1 miliar rupiah dan mencakup pembiayaan penanganan COVID-19.

Selain itu, Luhut juga berpesan pada Kemenkes, Kemlu, Kemenhub, Kemanparekraf, BPNB, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Bali agar berkoordinasi dan menyelesaikan segara persiapan teknis kedatangan perjalanan internasional ke Bali.

Kedepannya, bakal segera diterbitkan Surat Edaran (SE) oleh BNPB untuk mengatur lebih detil tentang regulasi perjalanan internasional itu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kabur, Tentara Israel Pilih Bunuh Diri

Read Next

Petani-Tukang Bangunan Bobol Uang Nasabahnya, BTPN Buka Suara