ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mendagri Umumkan 11 Nama Anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

Mendagri Umumkan 11 Nama Anggota Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2021). Setidaknya ada sebelas anggota tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027 yang sudah diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Kesebelas nama itu diumumkan usai Tito menerima Keputusan Presiden (Keppres) tentang tim seleksi yang ditandatangani pada 8 Oktober 2021 lalu.

Adapun sekilas profil dari 11 orang anggota tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027, diantaranya sebagai berikut:

1. Airlangga Pribadi Kusman

Airlangga Pribadi Kusman adalah seorang Dosen Universitas Airlangga. Airlangga juga menjabat sebagai Associate Director Akar Rumpur Strategic Consulting (ARSC).

2. Chandra M Hamzah

Chandra ditetapkan sebagai Wakil Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Komisiner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011.

Chandra cukup sukses menjadi Wakil Ketua KPK periode 2007-2011 yang dipimpin Antasari Azhar.

Nama Chandra juga pernah disorot ketika ia bersedia menjadi pengacara tersangka kasus dugaan korupsi pelaksaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, M Bahalwan pada tahun 2014.

Chandra menyebutkan bahwa ia menyetujui menjadi pembela Bahalwan lantaran kliennya itu setuju untuk tidak menyerahkan uang dalam bentuk apa pun kepada oknum jaksa Kejagung.

Hal itu sesuai dengan komitmen AHP untuk tidak membela tersangka yang memenuhi permintaan uang dari oknum jaksa agar dapat terbebas dari sebuah perkara.

Di akhir tahun 2014, Chandra ditunjuk Menteri BUMN Rini M Sormarno untuk menduduki posisi Komisaris Utama PLN.

3. Bahtiar

Bahtiar dalam tim seleksi menjabat sekretaris. Ia merupakan Direktur Jenderal Politik Pemerintahan Umum Kemendagri.

Dulu ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri.

4. Juri Ardiantoro

Juri disini sebagai Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu periode 2022-2027. Ia saat ini menjabat sebagai Deputi IV Kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sebelum menjabat Deputi IV KSP, Juri merupakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 2016-2017 menggantikan Husni Kamil Manik yang meninggal dunia pada 7 Juli 2016. Ia juga merupakan mantan Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pria kelahiran Brebes, 6 April 1973 itu merupakan lulusan Universitas Negeri Jakarta, lalu melanjutkan ke jenjang S2 di Universitas Indonesia, hingga menempuh jenjang S3 di Universiti Malaya, Malaysia.

Ia meniti karier di bidang kepemiluan sejak aktif sebagai salah satu pendiri Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Ia pun menjabat Sekretaris Jenderal KIPP pada 2003.

Kemudian, ia terpilih sebagai Komisioner KPUD DKI Jakarta periode 2008-2013. Kariernya di bidang kepemiluan terus menanjak dengan terpilihnya dia sebagai anggota KPU periode 2012-2017.

5. Edward Omar Sharif Hiariej

Edward merupakan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) periode 2020-2024. Dalam tim ini, Edward bertindak sebagai anggota.

Sebelumnya Edward adalah Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada. Pria kelahiran Ambon, 10 April 1973, itu meraih gelar profesor pada usia yang terbilang muda, yakni 37 tahun.

Selama ini, Eddy dikenal sebagai sosok akademisi yang kerap dimintai pendapat terkait isu-isu di bidang hukum.

Eddy juga tercatat beberapa kali menjadi ahli dalam persidangan.

Salah satunya, Eddy dihadirkan sebagai ahli dalam sidang kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama pada 2017.

Namun, kehadiran Eddy pada saat itu sempat menimbulkan persoalan yang membuat jaksa penuntut umum menolak kesaksian Eddy.

Pasalnya, kata jaksa Ali Mukartono, Eddy sempat menghubungi jaksa dan menyatakan bahwa dirinya akan diajukan sebagai saksi ahli oleh penasihat hukum jika jaksa tak menghadirkannya sebagai ahli.

6. Endang Sulastri

Endang adalah mantan Komisioner KPU periode 2007-2012.

Endang juga saat ini masih mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta program studi ilmu politik. Ia mengenyam pendidikan Strata-1 di Universitas Padjajaran Bandung dan Strata-2 di UI.

7. I Dewa Gede Palguna

Dewa adalah mantan hakim konstitusi. Kala itu ia dipilih sebagai hakim dari unsur pemerintah. Sebelumnya ia adalah dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Adapun Dewa dalam tim ini bertindak sebagai anggota.

8. Abdul Ghaffar Rozin

Abdul Ghaffar Rozin atau lebih dikenal sebagai Gus Rozin merupakan Ketua Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama Abdul.

Pada 2018 ia pernah diangkat sebagai salah satu dari 200 ulama yang dianjurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

9. Betti Alisjahbana

Pengusaha sekaligus ahli teknologi informatika Betti juga masuk dalam jajaran tim seleksi.

Betti memulai kariernya di PT International Business Machine (IBM) pada 1984 sebagai management trainee dan memegang berbagai posisi kunci di IBM Indonesia dan ASEAN.

Di awal tahun 2008 Betti melepaskan posisinya sebagai Presiden Direktur PT IBM Indonesia dan beralih menjadi pengusaha dengan mendirikan PT Quantum Business.

Ia juga pernah didapuk sebagai juru bicara panitia seleksi calon komisioner KPK pada tahun 2015 lalu.

10. Poengky Indarty

Poengky adalah anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang masuk dalam jajaran tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu.

Ia adalah alumni dari Universitas Airlangga tahun 1993 dan mulai terjun kedunia perpolitikan dan Hak Asasi Manusia (HAM) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya tahun 1993-2000.

Pada tahun 2000, Poengky pindah ke Jakarta dan melanjutkan karier di bidang yang sama, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH).

Kemudian tahun 2002 berdirilah Imparsial The Indonesian Human Right Monitor (Imparsial), Poengky tercatat sebagai salah satu pendiri LSM dari 18 orang penggerak HAM.

Imparsial adalah salah satu LSM yang bergerak di bidang pengawasan dan penyelidikan pelanggaran HAM di Indonesia.

11. Hamdi Muluk

Pria kelahiran 31 Maret 1966 Hamdi Muluk juga masuk dalam daftar anggota tim seleksi calon anggota KPU-Bawaslu. Ia adalah Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).

Hamdi diketahui terlibat aktif dalam isu radikalisme dan terorisme di Indonesia. Dia juga pernah masuk sebagai salah satu anggota kelompok ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sebelumnya pernah menjadi anggota panitia seleksi calon pimpinan KPK pada 2019 lalu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sudah Terdaftar, Mengapa BLT Subsidi Gaji Belum Cair?

Read Next

Sederet Janji Jokowi Tinggal Kenangan