ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Inggris Serukan Warganya untuk Waspada Serangan Cyber terhadap Bisnis

Ini yang Harus Dilakukan Pengguna Setelah Terjadi Pelanggaran Data

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2021). Kepala Pusat Keamanan Cyberspace Nasional Inggris, Lindy Cameron, telah memperingatkan serangan cyber ransomware terhadap bisnis di negara itu, menyebutnya sebagai ancaman.

Media Internasional melaporkan, Lindy Cameron mengklaim bahwa organisasi dan Badan Kriminal Nasional telah mencapai kesimpulan bahwa serangan sebagai “bencana” ini dilakukan oleh Rusia dan tetangganya.

Berbicara pada pertemuan think tank Chatham House, dia menambahkan bahwa serangan itu merupakan ancaman bagi semua warga Inggris, mulai dari bisnis hingga dewan kota, pusat umum, dan sekolah. Menurut Cameron, banyak organisasi tidak kebal terhadap serangan ini.

Beberapa bulan yang lalu, British Hackney City Council menjadi target serangan cyber yang membuat sistem layanannya tidak tersedia selama beberapa bulan. Jaringan komputer Layanan Kesehatan Irlandia juga terganggu selama beberapa jam Mei lalu.

Juga, empat tahun lalu, setelah serangan siber serius terhadap sistem Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), aktivitas organisasi ini, termasuk rumah sakit afiliasinya, terganggu dan rusak parah.

Cameron menggambarkan serangan siber sebagai ransomware, dengan mengatakan bahwa beberapa organisasi yang tidak aman bersedia membayar uang tebusan kepada peretas. Menurutnya, pemerintah menekankan bahwa membayar uang tebusan kepada peretas membuat mereka lebih berani.

Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris juga mengklaim bahwa peretas berusaha mendapatkan akses ke informasi tentang Covid, apakah itu data strain baru atau vaksin Corona. Dia mengatakan beberapa kelompok juga mencoba menggunakan informasi tersebut untuk merusak kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Dia juga memperingatkan tentang spyware Pegasus Israel, mengatakan bahwa kita harus mencegah perluasan pasar untuk perangkat lunak berbahaya yang mengurangi keamanan negara. Dikenal sebagai spyware, perangkat lunak Pegasus dapat mendeteksi keberadaan orang di ponsel mereka, membaca pesan teks, email, dan pesan mereka di berbagai aplikasi, dan, selain mendengarkan panggilan telepon seseorang, ke dalam buku telepon digital. Mengakses kata sandi, kalender, dan foto . Perangkat lunak ini juga memungkinkan peretas untuk mengaktifkan ponsel orang tanpa sepengetahuan mereka dan mengambil foto dan tangkapan layar aktivitas mereka.

Inggris umumnya menyalahkan Rusia, Cina, dan Korea Utara atas serangan siber.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dinkes Jateng Ungkap Temuan Ratusan Warga Dipasung Akibat Gangguan Jiwa

Read Next

Ilmuwan Ungkap Efek Positif Kacang pada Otak