ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Fakta-fakta CEO Jouska Aakar Jadi Tersangka

Fakta-fakta CEO Jouska Aakar Jadi Tersangka

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2021). CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tak hanya itu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri juga menetapkan Tias Nugraha Putrasebagai tersangka.

Jouska Indonesia merupakan perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan bernama lengkap PT Jouska Finansial Indonesia.

Dengan CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno, Jouska pertama kali muncul ke publik pada 18 Juli 2017.

Jouska seringkali memberikan cara mengelola keuangan yang baik dan benar melalui akun Instagramnya.

Profil CEO

Pada 2020, CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno dilaporkan sejumlah nasabahnya ke polisi atas dugaan tindak pidana penipuan terhadap konsumen.

Merespon hal itu, Aakar Abyasa Fidzuno mengatakan pihaknya tak pernah melakukan transaksi jual beli saham atas nama Jouska.

“Seluruh advisor dan karyawan Jouska tidak mempunyai akses ke rekening dana nasabah, username, password aplikasi trading saham klien. Hanya ada dua pihak yang memiliki akses ke RDN, username dan password, yaitu klien itu sendiri dan broker saham,” katanya

Aakar mengatakan, tuduhan kliennya mengenai rekening saham yang disalahgunakan oleh Jouska itu tidak benar. Ia menambahkan bahwa saham klien ditransaksikan oleh broker PT Mahesa Strategis Indonesia.

Dulunya nama CEO Jouska bukan Aakar Abyasa Fidzuno melainkan Ahmad Fidyani. Dia pernah mengganti namanya melalui pengadilan.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dahulu CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno bernama Ahmad Fidyani. Pihak pengadilan mengabulkan permohonan pemohon.

“Memberi izin kepada pemohon untuk mengganti nama pemohon yaitu : AHMAD FIDYANI menjadi AAKAR ABYASA FIDZUNO yang selanjutnya menyebut dirinya AAKAR ABYASA FIDZUNO,” tulis putusan tersebut, dikutip Sabtu (1/8/2020)

Permohonan penggantian nama itu diajukan pada Kamis, 25 Juni 2015 silam. Sesuai dengan surat 252/PDT.P/205/PN JKT.TIM atas nama Ahmad Fidyani.

Aset disita

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berencana menyita sejumlah aset milik Aakar. Penyitaan dilakukan usai yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Insyaallah (dilakukan penyitaan) semoga dilancarkan semua ya,” ujar Kasubdit V IKNB Dittipideksus Bareskrim Kombes Pol Ma’mun kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Menurut Ma’mun, pihaknya juga telah menyita beberapa dokumen terkait kasus ini. Kemudian, akan melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

“Segera kami panggil,” katanya.

Viral di media sosial

Kronologi kasus ini berawal dari keluhan nasabah konsultan keuangan Jouska di media sosial. Nasabah dari konsultan keuangan itu mengaku rugi hingga puluhan juta.

Salah satunya seperti yang disampaikan @yakobus_alvin. Ia mengunggah pengalaman bagaimana dana yang dimilikinya hilang saat dikelola Jouska. Dana kelolaan milik @yakobus_alvin turun hingga 72 persen. Ia pun tidak sendiri. Dalam unggahan itu, ada beberapa nasabah Jouska lainnya yang alami penurunan dana kelolaan.

“Ramenya. Beberapa sudah banyak yang DM dgn kasus serupa. Sy ijin share ya Kasus ky gni kayak gni saya yakin banyak sekali tapi malas atau gatau gimana melapor. Sy lapor ke @ojkindonesia juga gak ada tanggapan waktu itu,” unggah @yakobus_alvin, tahun 2020 lalu.

Tahun 2020, Aakar dilaporkan sejumlah nasabahnya ke polisi. Para pelapor yang diwakili pengacara, Rinto Wardana, mengatakan Aakar Abyasa dilaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana penipuan terhadap konsumen. Rinto menyebutkan pihaknya juga melaporkan dengan pasal 28 ayat 1 UU ITE nomor 11 tahun 2018 tentang berita bohong dan merugikan konsumen dalam transaksi elektronik.

Adapun atas kasus ini, kedua tersangkaAakar danTias dijerat dengan Pasal Pasal 103 ayat 1 Juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 103 ayat 1 Juncto Pasal 34 dan/atau Pasal 104 Juncto Pasal 90 dan/atau Pasal 104 Juncto Pasal 91 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kemudian Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pengungkapan kasus ini berawal atas adanya laporan sejumlah nasabah yang mengaku menjadi korban penipuan. Mereka mengaku menelan kerugian hingga mencapai Rp18 miliar

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Doa Anak Sholeh

Read Next

Cek, Ada Perubahan di Hari Libur Keagamaan 2021