ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Dinkes Jateng Ungkap Temuan Ratusan Warga Dipasung Akibat Gangguan Jiwa

Dinkes Jateng Ungkap Temuan Ratusan Warga Dipasung Akibat Gangguan Jiwa

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/10/2021). Selama tahun 2021 ini, di Jawa Tengah (Jateng), setidaknya ada390 orangDinas Kesehatan Provinisi Jawa Tengah menyebutkan jumlah warga yang dipasung karena mengalami penyakit gangguan jiwa di wilayahnya mencapai 390 kasus sepanjang 2021.

Data itu diperoleh dari laporan Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Tengah.

“Jumlah warga dipasung di Jateng periode Januari hingga Juni 2021 sebanyak 390 kasus dan mereka tersebar di 35 kabupaten kota di daerah ini,” ujar Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo, dalam keterangannya, di Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-dunia (HKJS) 2021 yang digelar, di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (10/10/2021).

Yulianto mengungkapkan kejadian pemasungan itu, lantaranorang yang dipasung itu mengalami gangguan jiwa. Dan mereka dipasung oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Sejauh ini, 75 persen hingga 95 persen orang dengan gangguan jiwa di negara berpenghasilan rendah dan menengah tak bisa menikmati pelayanan kesehatan jiwa. Kurangnya investasi pada kesehatan jiwa, mulai stigmanisasi dan diskriminasi juga berkontribusi pada kesenjangan pengobatan.

Yulianto menilai, stigma dan diskriminasi tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan orang dengan gangguan fisik dan kejiwaan. Namun juga keluarga dan kurangnya kesempatan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

Jumlah kasus orang dipasung karena gangguan jiwa di Jawa Tengah pada 2020 mencapai 515 orang.

“Problema pasung ini, sangat banyak dan hampir semuanya sudah dibebaskan, tetapi setelah dilepas kemudian dilakukan pemasungan kembali oleh masyarakat,” kata Yulianto.

Menurut Dinkes Jateng, untuk menangani masalah tersebut harus bersama-sama dengan masyarakat. Dengan kerja sama baik, permasalahan kesehatan jiwa bisa ditangani dengan baik. Semua komponen harus bersatu padu sehingga angka-angka pengurungan pasung bisa menjadi perhatian semua.

Yulianto mengatakan kasus kesehatan jiwa tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov Jateng dalam menjalankan misi menjadikan masyarakatnya lebih sehat, pintar, dan berbudaya. Selain itu, masyarakat juga mencintai lingkungan kesehatan jiwa menjadi salah satu kebudayaan masyarakat yang terabaikan dan sekarang menjadi lebih penting.

“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang penting ke depannya, menjadi sumber daya manusia yang produktif, sekaligus aset bangsa yang berharga,” terangnya.

Pemprov Jateng mempunyai perhatian besar terhadap kesehatan jiwa. Jateng mempunyai tiga RSJD yakni di Solo, Klaten dan Semarang. Hal ini, sesuai amanat Undang Undang (UU) RI tentang Kesehatan Jiwa, dimana Pemprov Jateng berkewajiban menyediakan fasilitas RSJD proposional dengan jumlah penduduk di daerahnya.

Peringatan HKJS 2021 di Solo dengan tema “Mental Health in An Unequal World” dan tema nasional “Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua” itu dihadiri secara daring oleh Menkes, Budi Gunadi Sadikin, sedangkan secara luring oleh Plt. Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rien Rondonuwu, Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN) dr. Celestinus Eigya Munthe, Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yulianto Prabowo dan beberapa direktur RSJD di Jateng.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Senin 11 Oktober 2021

Read Next

Inggris Serukan Warganya untuk Waspada Serangan Cyber terhadap Bisnis