ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Syarat Terbaru Naik Pesawat

Tata Cara Shalat di Pesawat

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/10/2021). Syarat bepergian dengan pesawat perlu dipahami kembali seiring dengan diperpanjangnya PPKM hingga 18 Oktober nanti.

Adapun syarat naik pesawat telah diatur dalam Inmendagri Nomor 47 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah luar Jawa dan Bali.

Berdasarkan Inmendagri itu, masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat diwajibkan menyertakan:

  • Bukti vaksin Covid-19 minimal dosis pertama
  • Hasil negatif PCR yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan tersebut berlaku untuk kedatangan dari luar Jawa Bali atau keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar Jawa dan Bali. Serta tidak berlaku untuk transportasi dalam wilayah aglomerasi sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek.

Tak hanya itu untuk perjalanan dengan pesawat udara antar kota atau kabupaten di dalam Jawa Bali diwajibkan menunjukkan:

  • Hasil negatif Antigen H-1 jika sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua.
  • Atau, jika baru memperoleh vaksin dosis 1, bisa menunjukkan hasil negatif PCR H-2.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan penerbangan internasional dibuka kembali pada pertengahan bulan Oktober di bandara Ngurah Rai Bali.

Secara rinci, Bandara Ngurah Rai akan dibuka untuk penerbangan internasional ke sejumlah negara pada Kamis 14 Oktober mendatang

“Bandara Ngurah Rai, Bali, akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021, selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes dan kesiapan satgas,” kata Luhut dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, kata Luhut , masyarakat yang tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, usai menjalani penerbangan diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama 8 hari. Biaya karantina mandiri tersebut akan dibebankan ke masing-masing individu.

Luhut juga menjelaskan mengenai beberapa negara yang dibuka penerbangannya dari bandara Ngurah Rai Bali. Mulai dari negara Korea Selatan hingga Selandia Baru.

“Negara-negara yang kita buka nanti terdiri dari beberapa negara, seperti Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Abu Dhabi, Dubai, kemudian juga New Zealand,” jelas Luhut.

Lalu, kali ini, aplikasi PeduliLindungi tidak lagi perlu ditunjukkan saat hendak check-in di bandara.

Pemerintah kini mempermudah masyarakat dengan secara otomatis mengidentifikasi sertifikat vaksin dan status hasil tes Covid-19 baik PCR maupun antigen dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diberikan saat pembelian tiket. Di tiket akan tertera keterangan soal sertifikat vaksin.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ujar Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji, dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Rabu 6 Oktober 2021

Read Next

Duh; Massa Bakar Pencuri Motor, Netizen: Kepercayaan Masyarakat Kepada Polisi Dipertanyakan