ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jutaan Ikan Mati, Petani di Cianjur Rugi Puluhan Juta

Jutaan Ikan Mati, Petani di Cianjur Rugi Puluhan Juta

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/10/2021). Jutaan ekor ikan di kolam jaring apung Waduk Cirata, ditemukan mati misterius, diduga karena air hujan kiriman dari hulu.

Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan (Disnakanlut) Cianjur, Jawa Barat mengimbau pembudidaya atau petani ikan untuk mengurangi jumlah bibit ikan guna menutupi kerugian.

Kepala UPTD Perikanan Waduk Cirata, Budi Prayatna menyampaikan, seiring masuknya pergantian musim tepatnya dari bulan September, pihaknya telah menyarankan agar petani japung mengurangi jumlah ikan terutama ikan mas guna meminimalisir kematian.

“Kematian ikan awal September kerap terjadi selain dikarenakan awal musim hujan juga disebabkan air hujan kiriman sungai dari hulu tepatnya di perkotaan. Mungkin petani sudah tidak aneh, mungkin karena air hujan kiriman dari Sungai Cibalagung yang sudah tercemar,” ujar Budi, dalam keterangannya, Selasa (05/10/2021).

Peristiwa itu, kata dia, umumnya akan terus terjadi hingga Februari, tepat di pertengahan musim hujan. Dimana kejadian ratusan ribu ekor hingga jutaan ekor ikan mati karena keracunan air hujan kiriman.

Sejauh ini, Budi terus mengimbau, petani ikan yang ada di Waduk Cirata terkait pengurangan jumlah ternak ikan di awal musim hujan.

“Petugas turun langsung ke tengah danau untuk menyosialisasikan terkait pengurangan jumlah ternak ikan, terutama blok-blok yang dekat dengan Sungai Cibalagung,” katanya.

Sebagaimana diketahui, setidaknya ratusan petani japung di Waduk Cirata, Kecamatan Mande, harus merugi hingga puluhan juta rupiah lantaran ikan mereka mati mendadak, karena air keruh yang mengalir dari sejumlah sungai yang ada di hulu, termasuk Sungai Cibalagung yang merupakan aliran sungai besar Cianjur.

Setiap harinya, tidak kurang dari 1 ton ikan mas di japung milik petani mati dan nyaris bersamaan, meski hal tersebut, kerap terjadi setiap tahun, petani masih kesulitan untuk mendapatkan solusi, bahkan mereka sudah mengurangi pembibitan saat pertama menyebar benih ikan.

“Setiap tahun selalu terjadi, meski kami sudah membatasi jumlah bibit ikan. Kami tidak sempat melakukan antisipasi karena musim penghujan datang lebih awal. Kalau tidak karena air hujan, biasanya jutaan ikan mati serentak karena upwelling,” ujar Hidayat, salah satu petani ikan di Waduk Cirata, dalam keterangannya.

Hidayat menerangkan, upwelling adalah fenomena dimana limbah pakan di dasar air yang mengandung amoniak bermunculan ke atas permukaan air yang membuat ikan yang dibudidayakan di jaring apung menjadi keracunan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Eks Karyawan Facebook ke Senat AS: Jangan Percaya Facebook

Read Next

Resep Bolu Nangka Super Lembut