ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Polisi Dalami Temuan PPATK: Rekening Rp120 triliun Diduga Milik Bandar Narkoba

Update Kasus Unlawful Killing Laskar FPI: Bukti Sudah Ditemukan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/10/2021). Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sebuah rekening dengan nominal uang didalamnya senilaiRp120 triliun.

Menanggapi hal itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno H Siregar menyampaikan bakal segera menindaklanjuti hasil temuan PPATK itu.

“Ya kami akan secara aktif sesuai perintah Bapak Kabareskrim yang meminta kami secara aktif untuk meminta informasi tersebut kepada PPATK,” kata Krisno di Bareskrim Polri, dalam keterangannya, Senin (04/10/2021).

Krisno mengaku,pihaknya belum mendapatkan informasi terkait rekening Rp.120 triliun yang dicurigai milik sindikat narkoba itu.

“Kami ada menangani beberapa kasus TPPU, baik Ditipid Narkoba di Mabes maupun di daerah. Tapi sejauh ini memang kami belum mendapatkan informasi dari teman-teman PPATK,” terang Krisno.

Pihaknya, tambah Krisno, terus berkoordinasi dengan PPATK terutama dalam pengungkapan TPPU, karena lembaga tersebut menjadi penjuru dari pengungkapan perkara berkaitan dengan informasi intelijen keuangan tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, berdasarkan pengalaman dalam menangani perkara terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari PPATK, pihaknya perlu meminta informasi itu. Kecuali, bila Bareskrim Polri memiliki nomor-nomor rekening yang dicurigai maka PPATK akan melakukan analisis dan hasilnya dikirimkan ke Polri.

“Kalau berasal dari PPATK tanpa kami minta, saya kan sudah hampir empat tahun di sini (Ditpid Narkoba-red), kami belum pernah mendapat informasi, kecuali kami mempunyai nomor-nomor yang curiga terus mereka (PPAT-red) analisa lalu mereka kirim,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui saat ini Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri tengah mendalami salah satu perkara TPPU yaitu kasus pengungkapan penggerebekan pabrik obat keras ilegal yang terdapat di Yogyakarta.

“Dapat kami pastikan, kami mengarah ke TPPU. Tim sudah saya bentuk, tim pidana awal dan TPPU sedang bekerja menuntaskan,” terang Krisno.

Pada Rabu (29/09/2021) lalu, PPATK dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, melaporkan, telah mengamati dan mengawasi adanya transaksi keuangan terhadap jual beli narkoba.

Beberapa temuan yang disampaikan Kepala PPATK Dian Ediana Rae disebutkan, sejumlah transaksi keuangan itu, yakni Rp1,7 triliun, ada yang Rp3,6 triliun, RP6,7 triliun, Rp12 triliun. Sehingga bila ditotal ada Rp120 triliun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Siap-siap, Ini Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi ASN PPPK

Read Next

Benarkah Puasa intermiten Bisa Bikin Panjang Umur?