ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mengenal Nyai Hj. Djamilah Ma’shum, Sepupu Gus Dur

Mengenal Nyai Hj. Djamilah Ma'shum, Sepupu Gus Dur

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/10/2021). Nyai Hj. Djamilah lahir pada tahun 1928, Beliau merupakan putri kedua dari pasangan KH. Ma’shum Ali dengan Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim puteri pertama dari Hadratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan Nyai Hj. Nafiqoh binti Kyai Ilyas, Adik kandung dari KH. Wahid Hasyim. Dengan demikian, Nyai Hj. Djamilah merupakan adik sepupu dari K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden RI keempat.

Nyai Hj. Djamilah Ma’shum wafat pada Kamis tanggal18 Februari 1988.

Nyai Hj. Djamilah dipersunting oleh KH. M. Noor Aziz adik kandung KH. Masjkur (Mantan Menteri Agama pada tahun 1941) yang pada saat itu telah menyelesaikan masa tafaqquh fi al-diin-nya di Pondok Pesantren Tebuireng. Selain itu beliau juga menjabat sebagai hakim di pengadilan agama Pasuruan. Dari pernikahan ini Nyai Djamilah dan suami dikaruniai 6 putra dan putri, yaitu: Ali Faisal, Umar Faruq, Thariq Abdul Ghaffar, Tati Choiriyati, Luqman Hakim, dan Nur Laili Rahmah.

Karir

Nyai Hj. Djamilah merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim” dan juga menjabat sebagai Direktris Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak Jombang (1969-1988).

Saat kondisi ibu dari Nyai Hj. Djamilah yakni Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim memasuki usia senja sehingga membutuhkan perawatan intensif di RSI Surabaya. Kepengasuhan Pondok Seblak diambil alih oleh beliau pada 30 Oktober 1969. Di tangan beliau, Pondok Seblak berkembang pesat. Dari segi kualitas pendidikannya, sarana prasarana, pengelolaan pengembangan pendidikan, dan pengembangan minat bakat santri. Sehingga menghasilkan penambahan lokal madrasah, aliran listrik PLN, Pendirian panti asuhan “Al-Choiriyah” dan lain-lain.

Tidak bisa dipungkiri pengabdian dan perjuangan Nyai Djamilah Ma’shum diakui dunia akademis Internasional. Di dalam tulisan Dr. Eka Sri Mulyani dalam disertasi di University of Technology Sydney Australia yang kemudian diterbitkan oleh Amsterdam University Press Belanda: “During her leadership (Nyai. Hj. Djamilah Ma’shum) the site of the pesantren campus was extended. As the daughter of Kiai Ma’shum Ali, she inherited some lands within the pesantren campus. Those lands were used to build several other buildings in the pesantren complex. In 1979, the pesantren was registered as a foundation, called Yayasan Khoiriyah Hasyim (Khoiriyah Hasyim Foundation). As the umbrella organization, it was named after Nyai Khairiyah Hasyim”.

Pada tahun 1979 didirikanlah Yayasan Khoiriyah Hasyim dengan diperkasai oleh Nyai Djamilah. Yayasan ini menaungi semua unit pendidikan yang ada di Pesantren Seblak. Sebagai seorang pengasuh beliau selalu memantau santri yang berada di pondok, siswa yang ada di madrasah, dan guru maupun karyawan. Perjuangan beliau untuk pendidikan umat dilakukan dengan sungguh-sungguh dan istiqomah hingga pulang ke rahmatullah pada Kamis, 18 Februari 1988.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Cek Nomor XL

Read Next

Derita Tumor Otak, Dirut PT TransJakarta Meninggal Dunia