ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pemerintah Siapkan Dana Abadi Pendidikan Rp 81,7 triliun

Sri mulyani

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/09/2021). Dalam rangka mengembangkan generasi muda masa kini dan masa depan, termasuk untuk memberikan pendidikan yang layak, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah telah menyiapkan dana abadi pendidikan senilai Rp 81,7 triliun.

“Saat ini ada Rp 81,7 triliun (dana abadi pendidikan) atau bahkan (jika) ditambah penelitian abadi kebudayaan totalnya anggarannya mencapai Rp 90 triliun,” kata Sri Mulyani dalam acara Pembekalan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI LPDP di Jakarta, Rabu (29/09/2021).

Pemerintah, kata Menkeu, telah menetapkan anggaran pendidikan sekitar 20 persen dari belanja negara.

Bila belanja negara tahun 2021 mencapai Rp 2.700 triliun, tentunya belanja untuk bidang pendidikan sendiri mencapai Rp 500 triliun.

Sri Mulyani juga menambahkan, penerima beasiswa LPDP merupalkan sekelompok kecil pihak yang menikmati dana pendidikan itu.

“Kalian adalah sekelompok kecil penikmat anggaran pendidikan. Anda adalah penikmat dana abadi pendidikan. Karena kita enggak ingin anggaran pendidikan (hanya) untuk generasi saat ini, maka kita memupuk dan mengelola,” ujarnya.

Menkeu membeberkan, anggaran yang dinikmati penerima beasiswa LPDP seluruhnya berasal dari APBN.

Anggaran di APBN dikumpulkan pemerintah melalui pajak, bea cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan lainnya.

Jadi, penikmat anggaran pendidikan ini secara tak langsung berutang kepada negara.

Sri Mulyani juga mengatakan, utang itu tak selamanya harus dibayar dengan uang lagi, melainkan dengan prestasi yang membanggakan.

“Utang enggak selalu dibayar dengan uang, utang dibayar prestasi, reputasi, dan bahkan nanti kontribusi terhadap Republik Indonesia hingga Anda menjadi warga negara yang menjadi aset bangsa,” katanya.

Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan Indonesia dari status middle income country menjadi high income country.

Menurutnya selama ini pemerintah berusaha mengeluarkan Indonesia dari middle income trap dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui reformasi pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan.

Mayoritas anak Indonesia, kata Sri Mulyani, masih mengalami stunting serta hanya lulusan sekolah dasar dan menengah sementara yang memiliki kesempatan hingga perguruan tinggi hanya 8,5 persen.

“That is that small, sangat kecil. Mereformasi pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial adalah cara untuk memotong tali kemiskinan,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Profil Sabam Sirait , Pendiri PDIP

Read Next

Resep Bolu Karamel atau Bolu Sarang Semut