ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Harga Emas Naik Sedikit Saat Dolar AS Menguat

Harga Emas

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/09/2021). Pada hari awal perdagangan hari ini, harga emas mengalami kenaikan meski sedikit.Harga emas spot naik 0,2% ke US$ 1.729,83 per ons troi, Kamis (30/09/2021) pagi.

Dan, emas masih turun di dekat level terendah dalam tujuh minggu, dibatasi oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan ekspektasi Federal Reserve bakal segera mengurangi langkah-langkah stimulus.

Emas secara tradisional digunakan sebagai pelindung nilai inflasi, walau pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang pada gilirannya diterjemahkan menjadi biaya peluang yang lebih tinggi untuk emas yang tidak membayar bunga.

Kenaikan emas juga membuat komoditas logam mulia lainnya ikut terkerek. Misalnya, perak yang naik 0,3% menjadi US$ 21,58 per ons troi. Lalu platinum menguat 0,4% ke US$ 954,08 per ons troi dan paladium naik 0,3% jadi US$ 1.862,23 per ons troi.

Sejak 9 Agustus, harga emas jatuh ke level terendah di US$ 1.720,49 per ons troi pada sesi sebelumnya.

Pun, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 naik 0,4% menjadi US$ 1.729,20 per ons troi.

Penguatan emas tertahan oleh laju indeks dolar AS yang stabil di dekat level tertinggi dalam 1 tahun yang disentuh pada hari Rabu (29/09/2021).

Dan, imbal hasil US Treasury tenor acuan 10-tahun melemah dan menurunkan biaya peluang memegang emas batangan tanpa bunga. Namun posisi yield obligasi AS ini tetap bertahan di atas 1,5%, level yang tidak terlihat sejak akhir Juni.

Sentimen lain yang mendorong pergerakan emas adalah komentar Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly yang bilang, bank sentral AS dapat mulai mengurangi pembelian aset pada akhir tahun, tetapi percaya bahwa kenaikan suku bunga masih “jauh”.

Selain itu, Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan, bank sentral akan “segera” mulai untuk mengurangi stimulus ekonomi.

Permasalahan pasokan yang menggagalkan pertumbuhan ekonomi global masih bisa menjadi lebih buruk, dan menjaga inflasi tetap tinggi lebih lama dari proyeksi. Bahkan jika lonjakan harga saat ini kemungkinan masih bersifat sementara, para gubernur bank sentral top dunia memperingatkan hal tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Peneliti Ungkap Manfaat Blackcurrant

Read Next

Doa Bangun Tidur