ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pelaku Penembak Ustadz di Pinang Berhasil Diringkus Polisi

Terlibat Investasi Bodong, Peserta Ajang Pencarian Bakat Ditangkap Polisi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/09/2021). Setelah sempat buron,pelaku penembakan Ustadz Armand alias Ustadz Alex di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten berhasil ditangkap polisi.

Sebagaimana diketahui, ustadz Alex tewas tertembak pada Sabtu (18/09/2021) malam lalu.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan bahwa pelaku telah ditangkap dan akan diumumkan secara resmi.

“Ya kita nanti umumkan secara resmi,” ujar Tubagus , dalam keterangannya, Selasa (28/09/2021).

Sementara menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus detail kasus ini akan disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa (28/09/2021) siang.

“Nanti ya pukul 13.00 WIB,” kata Yusri.

Sebelumnya seorang ustadz berinisial A (43) tewas tertembak oleh orang tak dikenal, Sabtu (18/09/2021)

A yang juga dikenal sebagai Ketua majelis taklim itu tinggal di Pinang, Tangerang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus menyampaikan, A sebagai korban penembakan di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, adalah seorang ahli pengobatan alternatif dan seorang ketua majelis taklim.

A tewas ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Sabtu (18/09/2021).

“Memang dia adalah ketua majelis taklim di kompleksnya. Dia juga bekerja 20 tahun sebagai ahli pengobatan alternatif,” kata Yusri, Minggu (19/09/2021).

Menurut Yusri, pihaknya masih menunggu hasil autopsi jenazah korban dan hasil uji proyektil. Polisi menemukan satu butir proyektil di lokasi penembakan.

Proyektil itu telah dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

“Kami telah minta keterangan saksi-saksi. Kami juga analisis CCTV di sekitar TKP (tempat kejadian perkara),” kata Yusri.

Kasus penembakan itu tengah diselidiki Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban tertembak di bagian pinggang.

Menurut keterangan warga, suara tembakan terdengar pada Sabtu (18/09/2021), sekitar pukul 18.30 WIB.

Mendengar tembakan, warga yang merupakan saksi lalu melihat A sudah tergeletak dengan kondisi tertembak.

Mengetahui hal itu, A dibawa keRumah Sakit Mulya Pinang, namun tak tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 19.17 WIB.

Setelah itu, pihak kepolisian mengadakan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan proyektil peluru.

“Sepertinya pelurunya tembus(pinggangnya), karena ditemukan satu butir proyektil di lokasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada awak media, Minggu (19/09/2021).

Sejauh ini, polisi terus menyelidiki kasus ini. Menurut polisi pelaku penembakan tak hanya satu orang.

“Pelaku diduga dua orang, sekarang masih penyelidikan,” kata Yusri Yunus.

Dalam kejadian, menurut keterangan Keluarga A, ada yang melihat seseorang lari usai terdengar suara tembakan. Orang itu diyakini sebagai pelaku, yang kemudian kabur dengan ojek online (ojol).

“Ada 5 (bersaudara). Itu adiknya yang bopong pas setelah salat, dia yang bawa. Pokoknya pas dengar tembakan, ada orang lari, dia bawa ojol (ojek online),” ujar kakak kandung korban, Santos.

Selain itu, Keponakan korban, Sumadi, berharap pelaku dapat segera ditangkap. Dia meminta pelaku diganjar hukuman yang setimpal.

“Saya harap segera ditangkap. Setimpal atas perbuatannya,” kata Sumadi.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Ahmad Mangku, menyampaikan, A selama hidupnya dikenal sebagai seorang paranormal. A terbiasa menyembuhkan orang sakit.

“Untuk profesi (A) seperti paranormal. Suka bantu orang kaya yang kurang sehat,” jelas Ahmad dalam keterangannya kepada media, Minggu (19/09/2021).

Tak hanya itu, A dikenal sebagai orang yang baik.

“Sejak bujangan kan dulu pesantren di Yogyakarta. Sangat baik (orangnya),” katanya.

Ahmad juga membeberkan keterangan adik ipar A, yang kebetulan berjualan makanan dan minuman. Warungnya berada di seberang lokasi penembakan korban.

Keterangan ipar korban yang diungkapkan Ahmad, selama beberapa hari sebelum penembakan ada orang asing memakai jaket ojol yang makan dan minum kopi di warungnya.

“Kebetulan iparnya itu ada yang jual nasi uduk dan dagang kopi. Ini ada orang asing 4 hari pakai baju ojol warna hijau kalau beli makanan kok duduk lama, terus ngopi lama. Sampai terakhir sebelum kejadian, habis maghrib masih beli es,” beber Ahmad.

“Kok adzan magrib masih beli es aja, duduk di teras sekolah SD. Karena ini gang, mungkin saja dia tunggu korban,” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syeikh Muhammad Zainuddin

Read Next

Dipecat KPK, Benarkah 56 Eks Pegawai KPK Bakal Jadi ASN Polri?