ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

BEM SI Gelar Aksi Didepan KPK Hari Ini

kpk gedung

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/09/2021). Dalam rangka menolak pemecatan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beberapa waktu lalu, kabarnya pada Senin 27 September 2021 hari ini, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih KPK.

Berdasarkan jadwal, BEM SI dengan Gerakan Selamatkan KPK pun mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia dan seluruh elemen masyarakat mengikuti Aksi Nasional, yang salah satunya dipusatkan di depan Gedung Merah Putih yang menjadi markas lembaga antirasuah tersebut, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/09/2021) siang.

Aksi mahasiswa di depan markas KPK ini tak hanya didominasi BEM dari kampus se-Jabodetabek saja, ada juga rombongan dari Yogyakarta dan Solo juga ikut merapat ke Jakarta untuk terlibat dalam aksi tersebut.

Rombongan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Sebelas Maret (UNS) danSTIKES Surya Global Yogyakarta (SSG) berangkat pada Minggu (26/09/2021) menggunakan bus. Mereka mencarter bus itu dengan menggunakan dana yang dikumpulkan dengan patungan antar mahasiswa.

Sebelumnya aliansi BEM SI memberikan tiga hari ultimatum ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan menunjukkan keberpihakkan kepada para pegawai KPK.

“Aliansi BEM Seluruh Indonesia dengan Gerakan Selamatkan KPK kembali bergerak untuk menindaklanjuti dari ultimatum ke Jokowi yang telah melewati 3×24 Jam dari ultimatum dikirimkan, terlihat tidak ada jawaban dari Presiden Jokowi untuk menunjukkan keberpihakannya kepada 57 Pegawai KPK yang berintegritas,” kata Aliansi BEM SI , dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pernyataan itu, Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais mengungkapkan pihaknya memandang saat ini KPK tak lagi menjadi lembaga antirasuah, namun seperti sudah beralih fungsi menjadi Komisi Perlindungan Korupsi.

“Bagaimana tidak? pegawai-pegawai jujur telah disingkIrkan dengan adanya TWK dengan dalih wawasan kebangsaan hingga timbul fitnah dugaan taliban tanpa alasan,” ujarnya. “Indonesia sedang tidak baik-baik saja, bukan ini reformasi yang kita mau.”

Secara rinci Aliansi BEM SI dan Gerakan Selamatkan KPK telah menyurati Jokowi soal TWK KPK. Mereka memberi waktu 3×24 jam untuk Jokowi mengangkat 57 orang pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos TWK. Bila Jokowi tak mengindahkan, mahasiswa berniat turun ke jalan.

Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar menyampaikan aksi itu akan digelar secara damai dan taat protokol kesehatan Covid-19. Jadi, ia meminta kepada aparat kepolisian agar tak menghalangi aksi tersebut dengan dalih pandemi.

“Kami tetap sudah komunikasi ke beberapa pihak kepolisian. Kami komunikasikan saja kondisi di Jakarta levelnya juga turun, kami maunya aksi damai sampaikan substansi,” kata Nofrian.

Sebelumnya, Jokowi membeberkan alasan dirinya tak banyak berkomentar soal nasib 57 pegawai KPK diberhentikan karena gagal TWK. Jokowi berdalih yang berwenang menjawab persoalan itu adalah pejabat pembina, dalam hal ini misalnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Jangan apa-apa ditarik ke Presiden. Ini adalah sopan-santun ketatanegaraan. Saya harus hormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Jokowi, dalam keterangannya, saat menjamu sejumlah pemimpin redaksi media massa di istana pada 15 September lalu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Doa Sholat Dhuha

Read Next

Pensiunan Polisi Kena Razia Saat Mengemis Menjadi Manusia Silver