ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

1,509 Sekolah DKI Jakarta Siap PTM Mulai Senin 27 September

Ilustrasi Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/09/2021). Mulai Senin (27/09/2021), Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberitahukan setidaknya akan ada 1.509 sekolah bersiap mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM) .

Pemberitahuan itu tertera di Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 984 Tahun 2021 tentang penetapan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM Terbatas tahap II pada masa PPKM.

“Menetapkan satuan pendidikan yang melaksanakan PTM campuran tahap II pada masa PPKM,” tulis Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana dalam surat tersebut.

Dalam SK itu ada 899 sekolah yang ditambahkan yang mulai PTM pada Senin besok.

Secara rinci, ada 809 sekolah umum dari tingkat TK hingga SMA dan SMK, serta 90 madrasah mulai tingkat RA hingga MA.

Ratusan sekolah itu, menambah 610 sekolah yang sebelumnya sudah mengadakan PTM Terbatas tahap I sejak 30 Agustus 2021 kemarin.

Adanya tambahan sekolah tersebut, maka total sudah 1.509 sekolah di ibu kota yang akan dibuka untuk PTM Terbatas.

“Waktu pelaksanaan PTM Terbatas campuran tahap II pada masa PPKM dimulai tanggal 27 September dengan evaluasi secara berkala,” tulis dalam surat itu.

Beberapa waktu lalu, Dr. H. A. Umar, M.A., Direktur KSKK Madrasah, Kementerian Agama mengungkapkan, pembelajaran tatap muka sudah sangat siap dilakukan. Dari sisi kualitatif, persiapan warga sekolah dan madrasah rasanya sudah cukup baik. Apalagi dari segi psikologis, warga sekolah baik peserta didik maupun guru sudah sangat merindukan sekolah tatap muka.

“Rasa rindu ini lebih penting karena Insya Allah bisa meningkatkan imun. Kalau imun meningkat, Insya Allah tidak akan mudah terpapar virus corona,” kata Umar dalam keterangan tertulisnya di laman Kemdikbud.

Umar menegaskan Kementerian Agama mendukung penuh penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

“Yang tidak kalah pentingnya agar visi ini tercapai adalah bagaimana menyelesaikan persoalan utama kita yaitu membangun budaya baru di era new normal. Ada dua cara membangun budaya baru untuk mengatasi penyebaran virus corona. Pertama, proses penyadaran melalui keteladanan, dan yang kedua proses pemaksaan. Pemaksaan ini bukan arti yang sebenarnya, tapi pengondisian dengan pengawasan dan pengendalian yang ketat,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polisi Usut Ibu dan Anak Tewas dengan Mulut Berbusa

Read Next

Ahli Ungkap Sayuran Ini Menurunkan Resiko Kanker