ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Taliban Tuntut Kompensasi dari Negara yang Terlibat Perang di Afghanistan

NATO Mulai Menarik Diri dari Afghanistan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/09/2021). Taliban telah mengumumkan bahwa mereka akan segera meminta negara-negara yang terlibat dalam perang di Afghanistan untuk membayar kompensasi perang kepada negara ini.

Menurut TOLOnews, Kementerian Pertahanan Inggris baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan memberikan kompensasi kepada keluarga yang tewas akibat serangan udara Inggris di Afghanistan.

Taliban juga menyambut baik langkah Inggris dan mengatakan akan segera meminta negara-negara yang terlibat dalam perang di Afghanistan untuk membayar ganti rugi perang.

Taliban juga mengklaim memiliki daftar keluarga korban serangan udara dalam 20 tahun terakhir, dan jika kompensasi dibayarkan, mereka bersedia memberikannya kepada keluarga korban.

“Inggris telah mengumumkan bahwa mereka akan membayar ganti rugi perang dan kami menyambut baik ini,” kata Noor Mohammad Mutawakel, anggota komisi kebudayaan Kementerian Informasi dan Kebudayaan pemerintah sementara Taliban. Negara-negara lain yang terlibat dalam perang juga harus siap membayar ganti rugi perang sebelum pemerintah Taliban dapat mengklaim mereka.

Dengan kompensasi perang yang ditawarkan kepada negara-negara yang terlibat dalam perang di Afghanistan, anggota keluarga yang kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara militer AS di Kabul bulan lalu telah meminta masyarakat internasional untuk bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dan harta benda mereka.

Sebuah serangan udara militer AS terhadap sebuah keluarga sipil di Kabul bulan lalu menewaskan 10 anggota keluarga, termasuk tujuh anak-anak.

Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat menyebut serangan udara itu sebagai kesalahan dan meminta maaf kepada keluarga.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Menkeu Soroti Pemda ‘Malas’ Belanjakan Anggaran

Read Next

Panas, MK Cecar Saksi Pertanyakan Pembuatan UU Cipta Kerja