ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kisah Gibran Hilang di Gunung Guntur Penuh Misteri

Gunung Guntur

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/09/2021). Gibran Arrasyid (14) pendaki yang sempat dilaporkan hilang telah ditemukan.

Bersamaan dengan itu, hilangnya Gibran selama lima hari di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, itu penuh misteri.

Pasalnya, Gibran mampu bertahan selama itu tanpa membawa ada bekal makanan maupun minuman.

Gibran mengungkapkan selama tersesat Gibran diberi makanan oleh tiga wanita tua.

Sebagaimana diketahui Gibran berangkat dari rumah pada Jumat (17/09/2021) minggu lalu.

Gibran izin ke orang tua untuk mengikuti pendakian di Gunung Guntur dengan 13 teman onlinenya.

“Sempat minta restu sekitar 3 minggu lalu, bahwa “abang” sapaan akrab Gibran di rumah, mau berangkat ke Gunung Guntur, mau berkemah,” ujar Ayah Gibran, Alam Surahman.

Gibran diketahui mulai mendaki ke Gunung Guntur melalui pos camp Tarogong Garut. Gibran juga dikabarkan sempat menghubungi keluarganya saat sedang mendaki.

“Hari Sabtu tanggal 18 September Gibran sempat melakukan video call, ia menceritakan kisahnya selama di perjalanan sangat mengasikan, bahkan ia mengaku mau makan mie dulu sebelum mendirikan tenda,” ujar, Farida, keluarganya.

Hilangnya Gibran bermula saat teman-temannya mendaki ke puncak gunung, Minggu (19/09/2021) Gibran memilih tak ikut serta. Gibran pun menunggu di tenda sendirian.

Kemudian, pada Senin (20/09/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, 13 orang turun dari puncak. Akan tetapi mereka tidak mendapati Gibran berada di tenda.

Mereka lalu melapor ke pos bahwa ada satu pendaki hilang.

“Kami menerima laporan ada satu pendaki hilang di tenda, untuk peralatan yang bersangkutam lengkap tidak hilang, perlengkapan itu berupa hp masih menyala, sepatu bahkan kaos kaki dan tas Gibran masih berada di tenda,” ujar Kapolsek Tarogong Kalet Iptu Masrokan, dalam keterangannya.

Meski belum 24 jam Gibran dinyatakan hilang, porter camp Gunung Guntur lalu mencari Gibran di area tenda Gibran bermalam, pada hari yang sama Basarnas Jawa Barat juga tiba di camp pos Gunung Guntur. Akan tetapi saat itu kondisi cuaca di gunung yang tak menentu sehingga mempersulit pencarian.

Dan, memasuki hari ke-5 pencarian Jumat (24/09/2021), petugas menyisir lokasi namun hanya hingga siang, tidak menemukan apapun.

Saat dilanjutkan pukul 13.15 WIB, tim melakukan pencarian ke puncak dengan jalur berbeda, namun masih juga nihil.

Kemudian pada pukul 17.00 WIB, Tim Sar mendapat laporan bahwa Gibran ditemukan dalam keadaan selamat di Curug Cikoneng. Kala itu, korban dalam keadaan linglung. Petugas langsung mengevakuasi remaja itu ke Puskesmas Tarogong Kaler.

Menurut keterangan Ayah Gibran, lokasi tempat penemuan Gibran sudah berulang kali dilintasi petugas. Akan tetapi entah mengapa di hari-hari sebelumnya Gibran tak terlihat di lokasi itu.

“Kami ikut mencari anak kami, lokasi tempat Gibran ditemukan hari ini terlintasi. Tapi apa daya, namanya mata manusia wallahu alam, bahkan pada hari Rabu kemarin berangkat pencarian lewat Curug Cikoneng, pulang pencarian pun lewat Curug Cikoneng,” ujar Alam, Sabtu (25/09/2021) dini hari.

Selama tersesat, Gibran mengaku diberi makan oleh tiga sosok wanita tua. Dan anehnya, kata Gibran, selama bersama mereka, hari tak pernah berganti menjadi malam.

“Enggak kenal (dengan tiga perempuan tua). Suka ada yang nawarin makan, menumya nasi ikan pokoknya ada tiga perempuan tua, saya sempat diajak main terus saya terjatuh,” kata Gibran.

Sementara, cerita Gibran itu menurut Bripda M Septian Efintiar, anggota Samapta Polres Garut merupakan cerita di luar nalar.

“Sebelumnya tidak, karena kami menyisirnya dari pos 3 ke bawah. Metodenya terabas kita jalurnya buka sendiri. Hari ke 4 sama, hari ke 5 disisir dari bawah ke atas ke puncak lalu dari puncak ke bawah lagi,” kata Septian.

Septian membenarkan saat hari pertama pencarian sempat ke area Gibran ditemukan.

“Ya sempat, tapi gak kelihatan, karena terjal tidak ada jalur pendakian,” ujarnya.

Septian mengungkapkan Gibran ditemukan duduk diatas batu.

“Awal nemuin itu di Curug Cikoneng mungkin berapa ratus meter dari jembatan. Korban sedang duduk di atas batu. Menurut keterangan korban, jadi dia itu (merasa) kayak gak ada malam, tapi ada yang ngasih makan, mungkin hal-hal di luar nalar manusia. Tapi, ya, kejadiannya begitu. Untuk kami dari personel Polri, TNI, SAR dan relawan banyak juga komunitas pendaki, sudah 5 hari naik turun Gunung Guntur,” ungkap Septian.

“Itu jembatan kayu yang menghubungkan pos ke tempat air,” katanya.

Gibran saat ini telah berkumpul dengan orang tuanya.

Pasca dievakuasi dari Gunung Guntur, Gibran dirawat di Puskesmas Tarogong. Korban mengalami luka di bagian kakinya serta masih terguncang.

“Tadi pas awal-awal ketemu gak nyambung, mungkin masih syok, tapi sekarang alhamdulilah sudah bisa pegang HP, WA temannya, sudah makan juga meski lidahnya masih pahit. Ditanya capek atau sakit badan barusan Gibran malah jawab nggak biasa saja, ” kata Ibunda Gibran, Wini Winarti, dalam keterangannya, Sabtu (25/09/2021) dini hari.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Resmi Tahanan KPK; Golkar Minta Azis Syamsuddin Mengundurkan Diri

Read Next

Resep Ayam Kecap