ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Harta Kekayaan Naik Drastis, Azis Syamsuddin Dipanggil KPK Hari Ini

Azis Syamsuddin Main Petak Umpet? KPK Bakal Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/09/2021). Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

KPK kabarnya bakal memanggil Azis hari initerkait kepentingan penyidikan.

“Penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara,” kata Ketua KPK Firli Bahuri, dalam keterangannya, Kamis (23/09/2021).

Firli mengharapkan Azis memenuhi panggilan, karena menurutnya hal itu adalah bentuk penghormatan terhadap penegakan hukum.

“Kita berharap, setiap orang yang dipanggil akan memenuhi panggilan sebagai wujud penghormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan. Kita tidak boleh menunda keadilan karena menunda keadilan adalah juga ketidakadilan,” kata Firli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka namun belum ada pengumuman resmi dari KPK ke publik.

“Pada saatnya, akan kami sampaikan kepada publik,” kata Firli.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu beberapa belakangan ini nama Azis tercatut dalam dakwaan kasus dugaan suap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Dalam dakwaan tersebut, Azis disebut menghubungi AKP Robin untuk membantu mengurus perkara di KPK. Perkara itu disebut merupakan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Aliza Gunado adalah mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar. Dalam dakwaan itu, Robin bersama pengacara bernama Maskur Husain diduga bekerja sama mengurus penyelidikan terkait perkara di Lampung Tengah.

AKP Robin dan Azis Syamsuddin disebut menyepakati imbalan Rp 2 miliar. Namun pada kenyataannya, AKP Robin dan Maskur disebut menerima duit Rp 3,09 miliar dan USD 36 ribu dalam beberapa tahap dari Azis Syamsuddin. Walau begitu, AKP Robin membantah dirinya menerima uang dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Perkara Lampung Tengah yang diduga melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado itu diduga berkaitan dengan kasus korupsi dana alokasi khusus tahun 2017 yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Azis Syamsuddin diduga menerima fee terkait hal itu lewat Aliza Gunado.

Azis Syamsuddin diduga berperan menaikkan DAK Lampung Tengah lantaran waktu itu dia menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Azis Syamsuddin sebenarnya pernah dilaporkan terkait dugaan etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait perkara ini.

Ketika itu, Azis dilaporkan karena diduga meminta fee untuk pengesahan DAK Lampung Tengah 2017 sebesar 8 persen. Akan tetapi, pelaporan ke MKD itu dicabut.

Tak hanya itu, perkara itu juga pernah dilaporkan ke KPK. Azis Syamsuddin pernah menanggapi laporan itu dan menyebut Tuhan tidak tidur.

“Bismillah, insyaallah Tuhan tidak tidur,” ujar Azis kepada media, Selasa (07/01/2020) lalu.

Sementara itu, menurut keterangan dari Plt Jubir KPK Ali , KPK kini tengah melakukan penyidikan tindak pidana korupsi di Lampung Tengah. Ali mengatakan KPK sudah memeriksa sejumlah saksi terhadap kasus ini.

“KPK akan menyampaikan secara lengkap mengenai kronologi serta konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan tentu pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada saatnya nanti. Saat ini tim penyidik masih bekerja dan terus mengumpulkan alat bukti dan telah memeriksa beberapa orang saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Lampung,” jelas Ali.

“Pengumuman tersangka akan kami sampaikan pada saat dilakukan upaya paksa penangkapan dan/atau penahanan,” lanjutnya.

Terkait kasus yang melibatkan Azis, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengungkapkan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

“Kita menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK. Kami yakin KPK bekerja profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada awak media, Kamis (23/09/2021).

MKD DPR mengharapkan kasus terkait Azis diusut tuntas. Pihaknya mengaku tak akanmengintervensiproses hukum yang ada.

“Kami tidak akan mengintervensi proses hukum tersebut dan berharap bisa segera tuntas sampai terang benderang perkara yang dituduhkan,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman juga mengatakanMKD DPR bakal menyesuaikan keputusannya dengan putusan hukum di KPK.

“Kami akan menyesuaikan dengan apapun bentuk putusan hukum dalam perkara ini,” jelasnya.

Sementara itu, terkait status penetapan tersangka Azis, DPP Golkar melalui Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Supriansa menyampaikan pihaknya belum mendapat informasi resmi soal penetapan tersangka Azis.

“Saya belum mengetahui secara pasti tentang status pak AS (Azis Syamsuddin). Karena sampai saat ini saya belum pernah melihat surat penetapannya,” kata Supriansa dalam keterangannya, Kamis (23/09/2021).

Supriansa menambahkan pihaknya menghormati semua proses hukum yang berlangsung di KPK dan meminta semua pihak menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Mari kita mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang tetap,” kata dia.

Harta Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin diketahui mempunyai harta mencapai Rp100,3 miliar. Harta kekayaannya tercatat naik hampir dua kali lipat sejak periode pertama menjadi anggota DPR pada 2009-2014.

Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman resmi KPK, harta Azis untuk yang dilaporkan 22 April 2021/periodik 2020 mencapai Rp100.321.069.365. Pada LHKPN 2014, harta Azis hanya di angka Rp59,4 miliar.

Selama pandemi Covid-19, kekayaan Azis juga meningkat sekitar Rp3,7 miliar. Pada tahun lalu, harta Azis berada di angkat Rp96,6 miliar.

Kekayaan terbesar Azis berbentuk tanah dan bangunan. Wakil Ketua Umum Golkar itu memiliki 7 tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Bandar Lampung. Total nilai aset-aset itu adalah Rp89,5 miliar.

Azis juga tercatat memiliki enam kendaraan bermotor dengan total nilai Rp3,5 miliar. Kendaraan paling mahal yang dimilikinya adalah Toyota Land Cruiser Jeep tahun 2016 seharga Rp1,59 miliar.

Wakil Ketua DPR juga melaporkan punya harta bergerak lainnya senilai Rp274,8 juta. Azis juga memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp7 miliar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Jumat 24 September 2021

Read Next

Penyebab Sering Kelelahan yang Dialami Ibu Hamil