ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Saksi Ungkap Siapa Azis Syamsuddin di Kasus Suap AKP Stepanus Robin Pattuju

Azis Syamsuddin Main Petak Umpet? KPK Bakal Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/09/2021). Kasus yang menjeratAKP Stepanus Robin Pattuju memasuki babak baru. Kini sejumlah fakta-fakta mulai terungkap.

Disidang kasus dugaan suap mantan penyidik KPK itu diketahui ternyata Azis Syamsuddin dipanggil AKP Robin dengan ‘Bapak Asuh’.

Hal tersebut diketahui melalui keterangan seorang saksi bernama Agus Sunanto.

Agus memenuhi panggilan sebagai saksi di sidang AKP Robin, bertempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, di Jl Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (20/09/2021).

Agus, yang dipercaya sebagai rekan Robin, mengungkapkan sering mengantar Robin ke sejumlah tempat.

“(Pernah antarkan AKP Robin) ke rumah kediaman dari bapak asuh beliau dan ke Lapas Tangerang…,” kata Agus di persidangan.

Pengakuan Agus itu, membuat jaksa penuntut umum penasaran dengan sosok ‘bapak asuh’.

Jaksa kemudian bertanya, siapa yang dimaksud bapak asuh? Dan Agus menjawabnya dengan lugas.

“(Bapak asuh) Pak Azis Syamsuddin,” kata Agus.

Kemudian Jaksa kembali bertanya, berapa kali bertemu dan berlokasi dimana.

“Berapa kali bertemu? Dan di mana bertemu?” tanya jaksa.

Agus pun memberikan jawabannya.

“Lebih dari 5 kali, (bertemu) di rumah dinas di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan,” jawab Agus.

Agus menambahkan, pernah mengantar AKP Robin ke Lapas Tangerang. Menurut Agus, bertemu mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari. Agus juga mengaku pernah mengantarkan AKP Robin bertemu Ajay dan Usman Effendi.

“Ke Lapas Tangerang, lapas perempuan, lebih dari tiga kali menemui seorang perempuan, sepengetahuan saya bu Rita Widyasari,” kata Agus.

“Lalu pernah sekali (mengantar Robin untuk bertemu dengan Ajay) di hotel, nama hotelnya nggak tahu, lokasinya dekat seputaran kantor KPK. (Usman Effendi) benar pernah, sekali melihat di Bogor, kedua kali waktu antar ke lapas, ketiga kali di hotel waktu antar sertifikat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Agus pernah mengantar Robin ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, bertemu seseorang bernama Rahardian sebanyak tiga kali. Akan tetapi Agus tak menjelaskan secara detail siapa Rahardian.

Sebagai informasi, Lapas Sukamiskin merupakan tempat khusus untuk para koruptor.

Dalam sidang ini, Agus membeberkan kasus apa saja yang ‘diurus’ oleh Robin. Agus mengungkapkan tahu perkara ini dari percakapan antara AKP Robin dan Maskur Husain yang dia dengar.

“Kasus-kasus yang diurus saudara Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain antara lain; a. kasus Wali Kota Tanjungbalai, menurut Stepanus Robin Pattuju, dia diberi uang untuk mengurus perkara ini dan sudah diberi uang Rp 200 juta, b. Kasus Wali Kota Cimahi, saya hadir ketika Stepanus Robin Pattuju menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Ajay Muhammad Priatna di kamar hotel TreeHouse Three di Setiabudi Jakarta Selatan,” jelas jaksa membacakan BAP Agus.

“C. Kasus masalah hukum di KPK berkaitan dengan Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR RI termasuk membantu di lapas wanita dan anak Rita Widyasari tapi saya tidak mengetahui masalahnya tentang apa. Saya mengetahui masalah itu dari pemberitahuan Stepanus Robin Pattuju kepada saya. Benar?,” tanya jaksa mengonfirmasi BAP ke Agus.

“Benar, tahu dari Robin dan komunikasi antara Robin dan Maskur,” katanya.

Agus diketahui adalah anggota Polri tahun 2002-2011 dan mengaku mengenal Robin sejak tahun 2018.

Akan tetapi pada saat itu komunikasi tak berlanjut dan baru berhubungan kembali dengan Robin pada Agustus 2020 hingga akhirnya Agus menjadi sopir untuk Robin.

Tak hanya bertugas mengantar Robin ke berbagai tempat, Agus juga pernah meminjamkan KTP miliknya untuk Robin saat menukarkan mata uang asing ke money changer.

Penukaran tersebut pada tanggal 5 Agustus 2020, 12 Agustus 2020, 26 Agustus 2020, 8 Januari 2021, dan 9 Februari 2021.

“Menggunakan KTP saya tetapi lupa perincian uangnya,” kata Agus.

Usai penukaran uang, Agus mengaku dirinya dan Robin lalu mengantarkan uang itu kepada Maskur Husain.

“Saya antar uang selalu bersama Pak Robin. Ada ke pengadilan ini [Pengadilan Negeri Jakarta Pusat[ di basement. Kemudian di rumah makan Borero, di parkiran mal, tetapi saya kurang hafal, malnya di Jakarta, di bengkel di Kemayoran, lalu di apartemen Sudirman Park,” ujar Agus.

Dalam kasus ini, yang duduk sebagai terdakwa yakni AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Adapun rincian uang yang diterima AKP Robin dan Maskur Husain, diantaranya sebagai berikut:

  1. Dari M Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000;
  2. Dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000;
  3. Dari Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000;
  4. Dari Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000; dan
  5. Dari Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Selasa 21 September 2021

Read Next

Polemik Penyelewengan Bantuan PIP, DPRD DKI: Pemerintah Keliru