ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Presiden Bubarkan Tiga BUMN, Apa Saja?

BUMN, Lowongan Kerja 2021: BUMN Cari Banyak Karyawan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/09/2021). Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi dibubarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diputuskan dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menjalankan tugasnya.

Alih-alih dibubarkan, perusahaan-perusahaan itu digabungkan ke perusahaan BUMN lainnya.

Lebih lanjut, PT Pertani (Persero) digabung ke PT Sang Hyang Seri (Persero). Kemudian, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) digabung kePT Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PPI (Persero). Lalu PT Perikanan Nusantara atau Perinus (Persero) digabung ke PT Perikanan Indonesia atau Perindo (Persero).

PT Pertani (Persero) merupakan perusahaan yang didirikan pada 1959 lalu. Pertani bisa dikatakan adalah perusahaan pionir yang fokus pada sektor pertanian.

Pertani diketahui memproduksi dan memasarkan sarana produksi serta komoditas pertanian. Pemegang saham sepakat bahwa Pertani fokus pada usaha pergabahan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Selanjutnya PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), merupakan perusahaan yang bergerak di sektor jasa logistik. Perusahaan didirikan pada 11 April 1977 di Jakarta.

Perusahaan tersebut menyediakan sejumlah layanan logistik diantaranya integrated logistics solution, supply chain provider, waste integrated solution, diversivication solution, dan depo container.

Beberapa layanan itu didukung dengan sistem penunjang, seperti warehouse integrated application (WINA), fleet integrated and order monitoring applications (FIONA), dan depot management and agency (DENADA).

Kemudian adaPT Perikanan Nusantara atau Perinus (Persero) atau Perinus yang dibangun seiring dengan terbentuknya Institut Voor de Zeevisscherij akta notaris No.15/Mr.A.H Ophiysen di bawah Departemen van Ekonomische Zaken.

Lalu, perusahaan itu berubah menjadi Kaiyoo Gyogyo Kenkyuzo.

Berikutnya, pemerintah membangun Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perikanan Negara (BPU). Badan itu terdiri dari PT Tirta Raya Mina (Persero), PT Perikanan Samudra Besar (Persero), PT Perikani (Persero) dan PT Usaha Mina (Persero).

Selanjutnya, seluruh perusahaan digabung menjadi satu dengan nama Perinus. Penggabungan itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 Oktober 2005.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PPKM Diperpanjang Hingga 4 Oktober, Berikut Aturan Lengkapnya

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Rabu 22 September 2021