ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Misteri Pria Tewas Saat Live TikTok, Kuasa Hukum: Pembunuhan Berencana

Kampung Kurma Group

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/09/2021). Viral seorang pria tewas saat tengah live di TikTok. Pria tersebut berinisial IS (29).

Menurut Kuasa hukum keluarga SS, Dosma Roha Sijabat, ada dugaanIS adalah korban pembunuhan oleh teman dekatnya di Rusun di Jatinegara, Jakarta Timur.

“Orang terdekat (diduga pelaku). Karena kenapa. Dari CCTV dari sore ke malam, kan di lokasi, semua orang terdekat yang lalu lalang. dan ada menemukan poster saat oleh TKP itu,” kata Dosma , dalam keterangannya, Minggu (19/09/2021).

Meski demikian, belum diketahui pasti pelakunya.

“Saya nggak tahu ukurannya karena cowok. Bisa dibilang teman akrab,” katanya.

Sejauh ini, Dosma mengungkapkan telah mendapat beberapa ciri pelaku. Hal itu dia dapat setelah mencari saksi-saksi saat live tiktok.

“Saya harus mencari saksi, dan memberikan keterangan. Sampailah saya ada rekaman lima setengah jam, saya wawancara beberapa orang untuk menjadi saksi. Yang sangat jelas mengatakan bahwa di situ ada orang dan bahkan tiga kali live. Jam 10 malam tanggal dua, sampai 1.30 tanggal tiga. Itu ada orang. Saksi jelaskan ciri-cirinya,” jelasnya.

Teman dekat menurut pengacara, yakni orang yang pernah tinggal denganIS.

Dosma mengaku mempunyai masalah hutang piutang dengan korban, bahkan korban sempat membuat poster untuk mencari orang tersebut.

“Sehari sebelum kejadian, tanggal satu, mendiang sudah menyebar brosur, mencari seseorang karena ada utang piutang. Itu adalah orang selama ini tinggal atau tidur bersama mendiang. Dan orang itu kabur tanggal satu,” kata Dosma.

Sejumlah orang, kata Dosma, dicurigai terkait dalam kasus pembunuhan ini.

Lebih lanjut, Dosma mengatakan orang yang memiliki masalah hutang piutang dengan korban adalah pria berinisial C.

“Kalau inisial, karena itu kan lebih dari 1 orang. Jadi untuk kami menyebutkannya, saya butuh koordinasi dengan pihak kepolisian, tapi untuk saat ini, yang bisa disebutkan insialnya adalah yang ada utang piutang, yang dicetak brosur oleh mendiang, yaitu inisial C,” terang Dosma.

Tak hanya itu, Dosma juga menaruh curiga dengan teman dekatIS berinisial N. N merupakan teman dekat yang tinggal bersama korban sebelum dengan C.

“Mengumumkan (kematian korban) ke grup WhatApp secara pribadi dan itu, dan seseorang ini adalah orang yang sebelumnya tinggal dengan mendiang sebelum dengan C,” jelasnya.

“Dia ini inisial N, ini orang yang masuk room live dan dia mengumumkan bahwa C kini hutang kepada mendiang. Saya curiga saat ini C dan N,” terang Dosma.

Sebagai informasi,IS diketahui melakukan aksi gantung diri di kediamannya di Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 2 September 2021 lalu.

Bahkan, aksi nekat tersebut disiarkan secara langsung di akun TikTok-nya.

“Aksi gantung diri itu pertama kali diketahui dari teman korban yang menonton live TikTok korban,” kata Wakatim 1 Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Bripka Markon Samuel kepada wartawan, Jumat (10/09/2021) lalu.

Salah satu kecurigaan itu yakni menurut Dosma, saat kakiIS ditarik oleh seseorang saat live di TikTok.

Menurut Dosma, ada senggang waktu antara pembunuhan dengan polisi datang ke lokasi. Waktu yang cukup lama itu diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk menghapus video.

“Karena kejadian 12.30 WIB yang menghapus datang jam 2-an. Tim polisi dan ambulans datang hampir jam 4. Jadi ada jeda waktu mereka menghapus semuanya,” katanya.

Menurut Dosma, korban live bersama tiga orang di TikTok. Siaran live itu ditonton oleh 139 orang, dan menyebut ada kejanggalan.

“Naik room ada tiga orang, tonton 139 orang. Yang nonton itu sudah menjelaskan ada orang, ada kejanggalan mencolok. Mungkin (pelaku) kelupaan ngecrop, karena kaki ketarik ke kanan. Orang yang menggelantung tidak mungkin ketarik ke kanan sekian detik. Paliung ke depan dan belakang,” kata Dosma.

Lalu, kecurigaan lainnya ditemukan saat olah TKP. Tripot yang digunakan korban live, terjatuh.

“Logikanya orang yang gantung diri, orang yang gantung diri kan shoot. Pertanyaannya kapan jatuh tripotnya, dan kokoh, bukan cuma pegangan kecil. Tripotnya besi alatnya. Nah itu yang jatuhin siapa?,” katanya.

Rekaman CCTV di Rusun juga menayangkan kejanggalan.

“Ada hanya lantai 1 dan 3 itu ada CCTV ini terlihat jelas ada kejadian lari ke bawah sebelum kejadian. Ada yang lari-lari ke atas rame-rame-an. Ada yang pakai helm, sengaja biar ketutup. Itu memang kesulitan kita karena melihat postur tubuh, kita harus menyesuaikan dengan orang yang kita duga,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Dosma, akun TikTok, daftar panggilan, daftar nomor kontak, serta arsip chat di telepon genggam korban juga dihapus seseorang sebelum ponsel itu diamankan pihak kepolisian.

“Telah dihapus oleh oknum akun TikToknya, daftar telepon masuk, chat, hingga daftar nomor kontak,” kata Dosma.

Tak hanya itu, Dosma membeberkan, para saksi yang hadir dalam live korban menjelaskan ada sejumlah orang di dalam kamarIS yang memberikan minuman keras dicampur pil.

“Padahal mendiang tidak pernah merokok dan minum minuman keras,” ujar Dosma.

Menurut dugaan Dosma,IS tak murni bunuh diri, melainkan korban pembunuhan berencana.

“Dugaan saya secara hukum dan saksi-saksi serta beberapa petunjuk bahwa mendiang meninggal bukan karena bunuh diri tetapi pembunuhan berencana,” jelasnya.

Dosma menlanjutkan kasus tersebut salah satu modus baru pembunuhan.

“Ini sangat menarik memang, pembelajaran untuk kita bahwa saat ini adanya modus terbaru kejahatan atau dugaan tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan aplikasi yang saat ini sedang hits di masyarakat,” ujar Dosma dalam tayangan di stasiun televisi, beberapa waktu lalu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Buntut Ketegangan Prancis dan AS, Australia : Macron Batalkan Kunjungan Presiden Swiss ke Prancis

Read Next

Imam Ibnu Malik, Ulama Terkenal dari Dunia Timur