ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Buntut Ketegangan Prancis dan AS, Australia : Macron Batalkan Kunjungan Presiden Swiss ke Prancis

Emmanuel Macron

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/09/2021). Menyusul keputusan Swiss untuk membeli jet tempur F-35 Amerika alih-alih pesawat tempur Rafael Prancis, Emmanuel Macron membatalkan rekannya dari Swiss Guy Permlin ke Paris pada November.

Di tengah ketegangan diplomatik Paris dengan Amerika Serikat dan Australia atas pembatalan kesepakatan militer oleh Australia untuk membeli 12 kapal selam Prancis, Prancis kini telah menjalin hubungan dingin dengan tetangganya Swiss.

Surat kabar Swiss menambahkan: “Pejabat diplomatik telah mengumumkan bahwa Macron berpotensi membatalkan semua acara diplomatik penting dengan Swiss hingga musim panas tahun depan.” Alasan keputusan Macron adalah penentangan Swiss terhadap pembelian jet tempur Rafael buatan Prancis.

Namun, beberapa laporan lain menyatakan bahwa kantor kepresidenan Prancis telah menolak pembatalan kunjungan Permelin ke negara itu dengan alasan yang dipublikasikan di media.

Kantor kepresidenan Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Perjalanan ini tidak pernah dibatalkan. Alasan yang diberikan dalam kasus ini tidak benar. Mengingat perkembangan saat ini, kunjungan presiden Swiss ke Prancis akan sulit. Tanggal pasti perjalanan ini belum diputuskan.

Kantor Permelin juga membantah membatalkan perjalanannya ke Prancis.

Berita itu muncul ketika ketegangan diplomatik antara Prancis, Amerika Serikat dan Australia telah dilaporkan secara luas di berita dunia.

Prancis telah menarik duta besarnya dari kedua negara sebagai protes atas sub-kerja sama AS-Australia.

Prancis juga membatalkan peringatan hubungannya dengan Amerika Serikat pada Kamis (16 September) menyusul penandatanganan perjanjian kerja sama AS-Inggris-Australia dan sebagai tanggapan atas penarikan Paris dari kontrak kapal selam Australia senilai $90 miliar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kerusuhan Berlanjut di Tepi Barat Usai Penangkapan Tahanan Palestina

Read Next

Misteri Pria Tewas Saat Live TikTok, Kuasa Hukum: Pembunuhan Berencana