ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Evakuasi Suster Gabriela; Aparat: Tindakan KST di Luar Batas Kemanusiaan

Suster Gabriela

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/09/2021).Suster Gabriela Meilan (22) menambah daftar panjang korban kebrutalanKelompok Separatis Teroris (KST) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Gabriela tewas ditangan KST KKB dan jenazahnya di temukan didi jurang kedalaman 300 meter di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Parahnya lagi, aparat petugas TNI-Polri dihujani tembakan ketika proses evakuasi jenazah Suster Gabriela.

Danrem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengungkapkan, tim gabungan yang terdiri dari Yonif RK 751/VJS , Yonif 403/WP dan Polsek Kiwirok sempat menerima tembakan dari KST selama proses evakuasi, Jumat 17 September 2021.

Gangguan itu bisa diatasi oleh prajurit TNI, jadi jenazah bisa diangkat dari dasar jurang dan telah disemayamkan di Koramil Kiwirok.

Direncanakan, jenazah Suster Gabriela akan diterbangkan ke Jayapura, Sabtu 18 September 2021. Evakuasi jenazah ke Jayapura dengan mempertimbangkan cuaca dan keamanan di Distrik Kiwirok.

Proses evakuasi jenazah membutuhkan waktu sekitar dua jam dari jurang sedalam 300 meter. Kondisi medan yang terjal dengan kemiringan 90 derajat membuat tim kesulitan melakukan evakuasi jenazah.

“Saat ini penebalan telah dilakukan dengan menempatkan 1 SST personel Yonif RK 751/VJS,” ujar Izak.

Hal itu dibenarkan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Nur Patria.

“Ini masih ada gangguan (tembakan) oleh KST. Kami juga masih terkendala mengambil jenazah suster, salah satunya karena jenazah berada di posisi terjal,” ujar Reza, dalam keterangannya, Jumat (17/09/2021).

Tak hanya itu, Reza menyampaikan, gangguan dari KST membuat helikopter tak bisa masuk Kiwirok hingga akhirnya proses evakuasi dibatalkan.

“Tindakan KST telah di luar batas kemanusiaan. Apalagi saat ini TNI Polri sedang proses mengambil jenazah,” katanya.

Dikabarkan, evakuasi jenazah akan dilakukan kembali pada Sabtu (18/09/2021) hari ini, sambil melihat cuaca serta keamanan di lokasi.

“Evakuasi akan dilanjutkan esok hari dan disesuaikan dengan cuaca dan juga keamanan di lokasi kejadian,” lanjut Reza

Sebelumnya, KST atau Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo menyerang fasilitas kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 13 September 2021. Selain membakar Puskesmas dan Barak Medis, KKB juga menganiaya tenaga kesehatan.

Sebagai informasi, helikopter TNI jenis Karaka sudah berhasil mengevakuasi sembilan tenaga kesehatan dari Kiwirok ke Jayapura. Dari 12 petugas Puskesmas Kiwirok yang bertugas, ketika kejadian hanya ada sepuluh tenaga kesehatan dan satu dokter. Sementara satu orang tenaga kesehatan sedang izin ke Jayapura.

Dalam penyerangan itu, satu tenaga kesehatan bernama Suster Gabriela ditemukan tewas, sementara Mantri Gilbert Sokoy dilaporkan hilang.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Prancis Menarik Duta Besarnya di AS dan Australia

Read Next

Resep Rendang Daging Sapi Empuk