ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pemilu 2024 Mundur, Mendagri Ungkap Alasannya

mendagri

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/09/2021). Jadwal pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2024 dikabarkan berubah dari jadwal yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Sebelumnya jadwal Pemilu 2024 yakni jatuh pada bulan Februari, namun kini mundur menjadi bulan April atau Mei.

Dengan demikian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan agar semua pihak tidak perlu khawatir terkait hal itu.

Tito membeberkan perubahan itu tidak akan mengganggu gelaran pilkada yang dijadwalkan November 2024.

“Jadi jangan langsung khawatir terlalu mepet waktunya antara pemilu dan pilkada,” ujar Tito kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (16/09/2021).

Tahapan pemilu, kata Tito, harus berjalan presisi. Oleh karenanya, Tito berpesan supaya KPU tak khawatir dengan waktu penyelenggaraan yang sebentar.

Menurut Tito, pagelaran Pemilu 2024 tidak efisien jika hari pemungutan suara jatuh pada 21 Februari 2024. Ia beralasan hal itu memaksa persiapan digelar lebih cepat, yaitu awal 2022.

“Ini akan berdampak pada polarisasi, stabilitas politik keamanan, eksekusi program-program pemda, dan lain-lain, bukan hanya pusat, daerah juga kan semua berdampak,” kata Tito, dalam rapat kerja di Komisi II DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/09/2021).

Tito menilai, waktu penyelenggaraan yang sebentar itu dapat mencegah berbagai macam potensi serta risiko di tengah masyarakat.

“Risiko diperpanjang lebih mahal, potensi konflik lebih tinggi, masyarakat terbelahnya panjang. Nah, kalau bisa kita dipersingkat tanpa mengurangi kualitas, why not,?” katanya.

Tak hanya mengusulkan pemunduran waktu Pemilu 2024, Tito juga menyinggung terkait masa kampanye Pemilu 2024.

Tito menilai, masa kampanye jangan terlalu lama, jadi perlu dipersingkat dalam rangka mencegah konflik dan polarisasi di tengah masyarakat akibat perbedaan pandangan politik.

Selain alasan itu, masa kampanye yang sebentar dapat menekan biaya yang dikeluarka.

“Dengan diperpendek biaya bisa lebih kecil. Apalagi sekarang pengalaman pilkada (2019) itu tidak menggunakan kampanye, rame-rame, hura-hura. Kenyataannya kita bisa melaksanakan dengan daring dengan jumlah terbatas, pembagian masker,” jelasnya.

Sementara itu, DPR, penyelenggara pemilu, dan pemerintah masih berbeda pendapat tentang waktu penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu 2024. DPR dan penyelenggara merencanakan pemungutan suara pada 21 Februari 2024. Namun, pemerintah mengusulkan pemungutan suara digear pada April dan Mei.

Keputusan terkait waktu pemungutan suara Pemilu 2024 kabarnya bakal diambil beberapa minggu mendatang, sebelum DPR memasuki masa reses pada 8 Oktober 2024.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Diskon 100% Pajak Mobil Berlaku Hingga Akhir 2021

Read Next

Resep Croissant Waffle (Croffle)