ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Diskon 100% Pajak Mobil Berlaku Hingga Akhir 2021

pajak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/09/2021). Pemerintah Republik Indonesia memberikan diskon 100 persen untuk Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Diskon itu berlaku untuk kendaraan bermotor sampai akhir tahun 2021.

“Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi COVID-19 sehingga diharapkan terus dimanfaatkan” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu melalui keterangan tertulisnya.

Kebijakan itu, kata Febrio, sekaligus upaya memulihkan ekonomi hingga triwulan II-2021.

Adapun insentif yang diperpanjang meliputi, PPnBM DTP 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc.

“Kelebihan PPnBM dan/atau PPN atas pembelian kendaraan bermotor pada bulan September 2021 akan dikembalikan atau refund oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pemungutan,” jelasnya.

Sebagai informasi dari Januari hingga Juli 2021, penjualan mobil ritel meningkat 38,5% dari periode yang sama tahun lalu.

“Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan. Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi,” katanya.

Produksi mobil secara kumulatif Januari-Juli 2021 sebesar 49,4% (yoy). Peningkatan produksi tersebut rupanya tak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7% pada periode yang sama.

“Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja,” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jokowi Cs Terbukti Bersalah dan Dihukum, Begini Kata Istana

Read Next

Pemilu 2024 Mundur, Mendagri Ungkap Alasannya