ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pesawat Rimbun Air Ditemukan Hancur, Semua Kru Meninggal Dunia

Pesawat Rimbun Air Ditemukan Hancur, Semua Kru Meninggal Dunia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/09/2021). Pesawat Rimbun Air PK-OTW dilaporkan hilang kontakpada Rabu (15/09/2021) pukul 07.30 WIT.

Dalam pesawat itu membawa petugas Airnav Sugapa. Semua awak , yakni ada tiga orang dikabarkan tak ada yang selamat, semuanya meninggal dunia.

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengatakan, pesawat itu hilang kontak tepatnya di dekatBandara Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Bandara Bilogai Sugapa adalah salah satu bandara di Papua yang berada di tepian jurang dan landasannya hanya sepanjang 600 meter.

Jadi, hanya pesawat kecil yang dapat mendarat di lokasi itu.

“Iya, hilang kontak ketika masuk ke Bilogai, sudah dekat dengan bandara,” kata Sandi, dalam keterangannya, Rabu (15/09/2021).

Sandi mengatakan semua awak meninggal saat ditemukan.

“Pilot, Kopilot dan Mekanik semua ditemukan meninggal,” kata AKBP Sandi.

Tim evakuasi berhasil mencapai TKP sejak pukul 16.30 WIT.

Akan tetapi, cuaca menjadi kendala karena hujan turun sejak siang.

“Ketinggian di 2.400 mdpl. Cuaca hujan dan kabut, (tebingnya) curam sekali. Helikopter tidak bisa mendekat,” ujarnya

Tim evakuasi gabungan berusaha mengevakuasi jenazah para korban di malam harinya.

Dan, pada pukul 23.50 WIT, para korban dapat dievakuasi ke Sugapa.

Kapolres melanjutkan, proses evakuasi berjalan lancar meski kondisi geografis di lokasi kecelakaan merupakan hutan terjal dan berada di ketinggian 2.400 mdpl.

Jumlah tim evakuasi pun cukup besar, yaitu lebih dari 100 personel gabungan, termasuk 34 orang masyarakat setempat.

Diketahui, pesawat itu terbang dari Bandara Nabire pukul 06.40 WIT dan seharusnya butuh waktu tempuh 40 menit untuk tiba di Sugapa.

Pesawat yang hilang kontak tersebut memuat kargo bahan bangunan dan diawaki oleh tiga orang kru.

Diantaranya Mirza sebagai pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

Usai diumumkan hilang kontak, petugas melakukan pencarian dengan helikopter.

Pesawat ditemukan hancur di bukit dengan ketinggian 2.400 mdpl dan berjarak sekitar 6 kilometer dari Bandara Bilogai.

Pengamatan dari helikopter, kondisi pesawat sudah hancur.

“Kondisi pesawatnya hancur, kecil kemungkinan selamat, bagian kepala pesawatnya yang paling hancur,” ujarnya.


Sebagai informasi, petugas memutuskan evakuasi korban dengan jalur darat.

Akan tetapi, lokasi tempat kecelakaan pesawat itu termasuk daerah rawan kelompok kriminal bersenjata (KKB), jadi

petugas , aparat keamanan didampingi oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Menurut keterangan Kepala Kantor SAR Timika, George LM Randang, butuh waktu tujuh hingga delapan jam dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat itu.

Tim harus melewati hutan yang terjal.

“Jika ditarik lurus jarak lokasi jatuh pesawat sekitar enam kilometer dari Bandara Sugapa,” kata George.

Selain itu, cuaca buruk termasuk menjadi kendala untuk evakuasi korban.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Kamis 16 September 2021

Read Next

Pengakuan Tersangka Perampokan Toko Emas di Medan, Otak Pelaku Tewas