ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Terduga Teroris, Kimia Farma Pecat Karyawannya

Siapa Saja Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/09/2021). Seorang karyawan BUMN berinisial S diamankanDensus 88 Anti Teror Polri, Jumat (10/09/2021).

Kabag Banops Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar menyampaikan, S dikabarkan masuk dalam Perisai Nusantara Esa pada 2018, yang dimana bagian dari organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi. Adapun tugas S di Perisai Nusantara Esa yaitu menggalang dana.

Tak hanya itu, S juga pernah menjadi pembina di Perisai Nusantara Esa pada 2020. Di sisi lain, terduga S tergabung pula ke dalam Tholiah Jabodetabek, yang merupakan bidang pengamanan orang dan aset milik Jamaah Islamiyah.

“Terduga S alias MT adalah anggota fundraising Perisai pada tahun 2018. Dia juga anggota Tholiah Jabodetabek saat kepemimpinan Hari,” ujar Aswin pada Senin (13/9/2021).

PT Kimia Farma (Persero) Tbk melalui Direktur Umum & Human Capital Kimia Farma Dharma Syahputra membenarkan hal tersebut dan mengaku telah memberhentikan S.

“Maka terkait dengan kasus oknum karyawan yang ditangkap Densus 88 (karena terduga teroris), kami sudah melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemecatan terhadap oknum karyawan tersebut,” kata Dharma, dalam keterangannya kepada media, Selasa (14/09/2021).

Lebih lanjut,Dharma membeberkan, perusahaan proses penerimaan dan pengembangan karyawan, selalu screening dan melakukan kegiatan edukasi yang terkait dengan wawasan kebangsaan dan anti radikalisme.

“Kami akan terus melakukan hal tersebut untuk memastikan hal ini tidak berkembang,” ujar Dharma.

Terpisah,Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga melalui keterangannya kepada media, Selasa (14/09/2021) menyampaikan dukungan terhadap langkah Densus 88 dan meminta Kimia Farma untuk melakukan hal yang serupa.

“Kami juga sudah meminta kepada Kimia Farma untuk mendukung apapun yang dibutuhkan oleh aparat untuk mengetahui lebih detail setiap permasalahan ini,” kata Arya.

Arya menilai karyawan yang terduga teroris itu bukan saja soal perekrutan karyawan, menurutnya bisa jadi karyawan lama yang kemudian mendapat pemahaman ideologi radikal.

“Jadi bukan soal perekrutan karyawannya, tetapi kemungkinan karyawan lama Kimia Farma tersebut terpapar ideologi radikal. Jadi kami soal rekrutmen karyawan BUMN terus memperbarui proses-prosesnya dan memang kita ketat terkait soal tersebut,” terangnya.

Terkait CSR, Arya menegaskan tak adapemakaian dana CSR perusahaan BUMN yang digunakan untuk mendukung radikalisasi atau tindakan terorisme.

“Dengan sistem ini, kami dapat mengetahui di mana lokasi pemberian CSR dan untuk apa CSR tersebut diberikan. Jadi kalau untuk radikalisasi, kecil kemungkinannya,” ujarnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Teroris KKB Berulah, SD-Puskesmas Dibakar

Read Next

PNS Terancam Dipecat Bila Tak Masuk Kerja