ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Terungkap, Peran Azis Syamsuddin di Tiga Kasus Suap KPK

Azis Syamsuddin Main Petak Umpet? KPK Bakal Jadwalkan Ulang Pemeriksaan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/09/2021). Peran Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam tiga kasus suap yang ditangani KPK dan menyeret eks penyidik Stepanus Robin Pattuju kini diungkapJaksa penuntut umum (JPU) KPK.

Ketiga perkara itu yakni suap jual beli jabatan dengan terdakwa Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial; dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah 2017; dan suap penyitaan aset dengan terpidana mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari.

Jaksa menyampaikan hal itu dalam sidang dakwaan terhadap terhadap eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin dan pengacara sekaligus rekannya, Maskur Husain di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (13/09/2021).

Adapun peran Azis, kata Jaksa, memperkenalkan M. Syahrial dengan penyidik Stepanus dalam pertemuan ketiganya di rumah dinas Azis, Jalan Denpasar Raya 3/3, Jakarta Selatan, Oktober 2020.

Di pertemuan tersebut, Syahrial meminta Robin supaya penyelidikan perkara jual beli jabatan di Kota Tanjung Balai tak naik ke tahap penyidikan. Robin pun mengiyakan, dengan imbalan senilai Rp1,7 miliar, namun belakangan uang yang ditransfer senilai Rp1,695 miliar.

Namun kasus itu ternyatatetap naik ke tahap penyidikan. Akhirnya,Syahrialmenghubungi Azis lagi pada April 2021.

“Ternyata kasus jual beli jabatan yang melibatkan dirinya naik ke tahap penyidikan dengan mengirim foto surat panggilan saksi terhadap AZIZUL KHOLIS atas perkara terkait, dan Terdakwa lalu menyampaikan bahwa hal tersebut akan ia bicarakan dengan timnya,” kata Jaksa.

Kemudian, Azis danAzis mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado dikabarkan memberikan uang sebesar Rp2 miliar dan USD36 ribu ke Robin dan Maskur tentang perkara DAK Lampung Tengah 2017.

Dalam kasus ini, sebelumnya Azis juga sempat dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas dugaan pelanggaran kode etik.

Laporan tersebut merujuk pada pengakuan mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, usai sidang. Mustafa menyebut Azis saat menjabat Ketua Badan Anggaran DPR menerima fee 8 persen dari DAK Lampung Tengah 2017.

Azis membantah tudingan itu.

“Tidak benar,” ujar Azis, Senin (13/01/2020).

“Bahwa untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsudin dan Aliza Gunado di KPK, terdakwa dan Maskur Husain telah menerima uang dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp3.099.887.000 dan USD36.000,” kata Jaksa.

Lebih lanjut, Jaksa membeberkan Azis juga berperan memperkenalkan penyidik Robin dan pengacara Maskur dengan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari pada Oktober 2020.

Rita saat itu ditahan di Lapas Klas II Fangerang ditemui Robin dan Maskur.

Robin dan Maskur, menjanjikan kepada Rita untuk memuluskan pengembalian aset yang disita KPK dan pengajuan Peninjauan Kembali (KPK).

Robin pun meminta imbalan Rp10 miliar kepada Rita untuk jasa tersebut. Jumlah itu belum termasuk imbalan jika pengembalian aset berhasil, dengan tambahan sebanyak 50 persen dari total nilai aset.

“Di mana hal tersebut bisa karena ada terdakwa yang sebagai penyidik KPK bisa menekan para hakim PK, dan akhirnya Rita Widyasari setuju memberikan kuasa kepada Maskur Husain,” kata Jaksa.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syarat Baru Naik Kereta Api, STRP Tak Berguna Lagi

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Selasa 14 September 2021