ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Guru Manshur Jembatan Lima, Ulama Ahli Falak

Guru Manshur Jembatan Lima, Ulama Ahli Falak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/09/2021). Muhammad Manshur bin Abdul Hamid bin Damiri bin Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya (Mataram, Jawa) atau yang kerap disapa dengan panggilan Guru Manshur lahir di Jakarta pada tahun 1878.


Guru Manshur wafat pada hari Jum`at, 2 Shafar tahun 1387 H bertepatan dengan tanggal 12 Mei 1967

PENDIDIKAN

Guru Manshur memulai pendidikannya dengan belajar kpeada bapaknya sendiri, KH. Abdul Hamid. Setelah bapaknya meninggal, ia mengaji kepada kakak kandungnya, KH. Mahbub bin Abdul Hamid, dan kakak misannya yang bernama KH. Thabrani bin Abdul Mughni dan juga kepada Syekh Mujitaba.

Setelah dewasa, ia pergi ke Makkah, Arab Saudi. Ia berguru kepada sejumlah ulama, diantaranya Syekh Mukhtar Atharid Al-Bogori, Syekh Umar Bajunaid Al-Hadrami, Syekh Ali Al-Maliki, Syekh Said Al-Yamani, Syekh Umar Sumbawa, dan Syekh Mujitaba.

Untuk ilmu falak, ia belajar kepada Abdurrahman Misri, ulama asal Mesir dan Ulugh Bek, ulama asal Samarkand. Setelah empat tahun di Mekkah, ia kembali ke tanah air dan membuka majelis talim, yang utama diajarkannya adalah pelajaran ilmu falak. Murid-muridnya yang kemudian menjadi ulama terkemuka di Betawi adalah KH. Abdullah Syafii (As-Syafiiyyah) dan Muallim KH. Abdul Rasyid Ramli (Ar-Rasyidiyyah).

Kini yang meneruskan keahlian falaknya adalah KH. Fatahillah Ahmadi yang merupakan salah seorang buyutnya. Sedangkan buyutnya yang lain yang kini dikenal oleh masyarakat sebagai da`i kondang adalah Ustadz Yusuf Manshur. Sekembalinya ke Tanah Air, seperti guru-gurunya, Guru Manshur membuat halaqah di Masjid Jembatan Lima dan mengajar di beberapa tempat halaqah, antara lain di Kenari dan Cikini. Murid-muridnya terutama berasal dari berbagai tempat di Jakarta dan di luar Jakarta, seperti Bekasi.

MURID-MURID

Murid-murid Guru Manshur diantaranya adalah muallim Rojiun Pekojan, KH. Firdaus (mendalami ilmu falak darinya dan kemudian diangkat menjadi mantu), Syekh KH. Muhadjirin Amsar Ad-Dary (Ahli Falak dari Bekasi), Muallim Rasyid (KH. Abdul Rasyid, Tugu Selatan, Jakarta Utara), dan Muallim KH. M. Syafi`i Hadzami, dan KH. Abdul Khoir (Krendang, Jakarta Barat).

HASIL PEMIKIRAN

Salah seorang cucunya, KH. Ahmadi Muhammad ini, menyusun kalender hisab Al- Manshuriyah dimana susunan tersebut bersumber dari hasil pemikiran Guru Manshur. Kini, kalender hisab Al-Manshuriyah masih tetap eksis dan digunakan, baik oleh murid-muridnya maupun oleh sebagian masyarakat Betawi maupun umat Islam lainnya di sekitar Jabotabek, Pandegelang, Tasikmalaya, bahkan sampai ke Malaysia. Kitab karangannya yang terkenal sampai sekarang ini adalah Sullam An-Nayrain.

Kitab falak yang menjadi rujukan dan dipelajari di sebagian pesantren di tanah air, bahkan sampai di negara tetangga. Ustadz Djabir Chaidir Fadhil, muballigh Betawi yang sering diundang ke beberapa negara bagian di Malaysia, mengatakan bahwa kitab Sullam An-Nayrainsampai hari ini masih dipelajari di majelis taklim di negara bagian Terengganu, Malaysia bahkan dijadikan rujukan oleh ulamanya melihat hilal untuk menentukan awal puasa, Idul Fithri, dan 1 Dzulhijjah. Kitab Sullam An-Nayrain juga mendapat perhatian khusus dari para astronom modern untuk dipelajari dan dikritisi.

KARYA-KARYA

Semasa hidupnya, Guru Manshur telah menulis 19 (sembilan belas) kitab berbahasa Arab sebagian besar tentang ilmu falak, juga puasa, waris, dan nahwu yaitu:

  • Sullam An-Nayrain
  • Khulashoh Al-Jadawil
  • Kaifiyah Al-Amal Ijtima
  • Mizan Al-Itidal Washilah Ath-Thulab Jadwal Dawair Al-Falakiyah Majmu ArbaRasail fi Masalah Hilal
  • Rubu Al-Mujayyab Mukhtashar Ijtima An-Nairain
  • Tajkirotun Nafiah fi ShihahAmal Ash-Shaum wa Al-Fithr
  • Tudih Al-Adillah fi Shihah Ash-Shaum wa Al-Fithr
  • Jadwal Faraid
  • Al-Lulu Al-Mankhum fi Khulashoh Mabahits SittahUlum
  • 14.Irobul Jurumiyah An-Nafi Lil Mubtadi
  • Silsilah As-Sanad Fi Ad-Din wa Ittisholuha Sayyid Al-Musalin
  • Tashrif Al-Abwab
  • Limatan Bina
  • Jadwal Kiblah
  • Jadwal aw Khut Ash-Sholah Tathbiq Amal Al-Ijitma`wa Al-Khusuf wa al Kusuf.
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bacaan A B C dalam Bahasa Inggris

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Senin 13 September 2021