ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Laporan Terduga Pelaku Pelecehan di KPI Ditolak, Polisi Beberkan Alasannya

Polisi: Langsung Tangkap, Tidak Akan Keluarkan Lagi Surat panggilan Rizieq

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/09/2021).Polda Metro Jaya memberikan keterangan perihal rencana laporan yang akan diajukan terduga pelakukasus dugaan pelecehan seksual di kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), mereka berinisial RT dan EO.

Sebagai informasi RT dan EO melalui kuasa hukumnya melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh sejumlah akun media sosial.

Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, laporan tersebut belum bisa diterima sebab laporan terkait pelecehan seksual sendiri masih dalam proses.

“Jadi misalnya saya dituduh mencuri ini lagi diproses polisi tapi tiba-tiba saya nggak terima saya laporkan pencemaran nama baik. Boleh enggak? Kan ini belum selesai masalah yang satu,” ujar Yusri, dalam keterangannya, Jumat (10/09/2021).

Yusri menegaskan pihaknya akan lebih dulu untuk menyelesaikanlaporan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap terlapor. Baru kemudianterlapor dapat melaporkan kasus lainnya.

“Kalau memang nanti misalnya dia lanjut dan diputuskan bersalah ya berarti laporan itu, kan gimana mungkin melaporkan pencemaran nama baik karena sudah bersalah,” jelasnya.

“Masih penyelidikan dan penyidikan masa langsung dilaporkan lagi pencemaran nama baik,” tambah Yusri.

Sementara itu, kuasa hukum RT dan EO, Denny Hariatna menyatakan dalam penyampaian laporan tersebut pihaknya juga mengikutsertakan beberapa barang bukti. Salah satunya berupa tangkapan layar.

“Akun-akun media sosial yang sudah mencemarkan nama baik dan melakukan bullying ke klien kami karena ini yang kerugian nyata dialami oleh klien kami,” ujar Denny di Mapolda Metro Jaya kepada media, Jumat (10/09/2021).

Akan tetapi, Denny mengklaim laporan pihaknya belum diterima Polda Metro Jaya dengan alasan tengah dalam verifikasi dan analisa.

“Belum (diterima laporan polisi) kan ini sedang diverifikasi, sedang dianalisa,” kata kuasa hukum EO dan RT, Denny Hariatna, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (10/09/2021).

Lebih lanjut, Denny membeberkan alasan pelaporan kliennya itu yakni untuk menyasar akun-akun media sosial yang mencemarkan nama baik kliennya.

“Kami menyasar kepada akun-akun media sosial yang sudah mencemarkan nama baik dan melakukan bullying ke klien kami karena ini kerugian nyata dialami klien kami,” kata Denny.

Sebelumnya, korban yakni MS melaporkan kasus pelecehan seksual dan perundungan ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam pelecehan seksual itu diperiksa polisi, salah satunya EO dan RT.

Polres Metro Jakarta Pusat membentuk tim investigasi untuk klarifikasi para pihak yang ditulis MS. Terduga pelaku dapat dijerat Pasal 289, 281 KUHP jo 335 tentang Perbuatan Cabul dan Kejahatan terhadap Kesopanan disertai Ancaman.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Ulama Peduli Pendidikan

Read Next

Cara Mudah dan Efektif Melindungi Diri dari Pelecehan