ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sentul City dan Rocky Gerung Saling Klaim Hak Atas Tanah di Bojong Koneng, Bogor

Sentul City dan Rocky Gerung Saling Klaim Hak Atas Tanah di Bojong Koneng, Bogor

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/09/2021).PT Sentul City membeberkan penjelasan terkait somasi yang dilayangkan pihak perusahaankepada Rocky Gerung tentang pengosongan sekaliguspembongkaran rumah.

Kuasa Hukum Rocky Gerung, Haris Azhar, membenarkan terdapat dua surat somasi dari Sentul City kepada Rocky Gerung.

Haris Azhar membocorkan isi somasi itu meminta Rocky mengosongkan tanah sekaligus membongkar rumahnya yang beralamat di Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Minta mengosongkan tanah itu. Saya sama teman-teman jadi kuasa hukumnya,” ujar Haris Azhar kepada awak media, Rabu (08/09/2021) malam.

Adapun Rocky Gerung menerima somasi itu pada 28 Juli dan kedua pada 6 Agustus. Haris Azhar mengklaim pihaknya telah membalas somasi itu.

Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan perkara ini ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Udah (diterima) kira-kita 3 minggu yang lalu, kita udah balas, masih disomasi lagi kita balas lagi dan kita laporkan ke BPN. Kita udah serahkan ke BPN, tanya aja sama Pak Sofyan Djalil (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN),” ujarnya.

Hariz Azhar mengungkapkan rupanya tak hanya Rocky Gerung yang diminta mengosongkan tanah itu. Haris membeberkan tetangga Rocky bernasib sama.

“Di lapangan sebenarnya nggak cuma Rocky, ada tetangga-tetangganya kena, dan itu sudah digusurin, bahkan pakai ancaman kekerasan juga,” terangnya.

Haris Azhar mengatakanRocky Gerung telah menghuni rumah itu selama belasan tahun.

“Rocky kan udah tinggal belasan tahun, tiba-tiba muncul hak guna bangunan. Itu kan aneh, tiba-tiba sertifikat atas nama orang lain, yaitu miliknya Sentul City,” jelasnya.

“Tapi kita udah laporin ke kantor BPN tentang situasi ini. Kan bikin sertifikat kan harus tanya ke penguasa fisiknya. Nah, penguasa fisiknya Rocky kan udah lama, kok tiba-tiba keluar, ini aneh nih, kenapa sertifikat bisa keluar tanpa ada komunikasi dan persetujuan dari penguasa fisik. Kita udah cek di lapangan nggak pernah ada, Rocky nggak pernah tanda-tangan,” terangnya.

Haris Azhar menyampaikan tanah yang ditempati Rocky Gerung belum ada sertifikatnya tetapi, kata Haris, Rocky merupakan pihak yang berhak atas tanah itu.

“Tanah itu belum ada sertifikatnya. Barang siapa yang mau bikin sertifikat harus dapat persetujuan dari yang punya fisik. Sebetulnya yang paling berhak Rocky-nya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Haris membeberkan, somasi dariPT Sentul City tersebut ada tiga yang menjadi tuntutan.

Pertama, Sentul City memperingatkan Rocky bahwa pihaknya pemilik sah tanah seluas 800 meter persegi di RT 02 RW 11, Kelurahan Bojong Koneng, yang tertuang dalam SHGB Nomor 2411 dan 2412.

Kedua, akan ada tindakan tegas atau dugaan tindak pidana jika Rocky Gerung memasuki area itu. Ketiga, Sentul City juga mengancam akan merobohkan bangunan dengan meminta bantuan Satpol PP jika Rocky tak mengosongkan tanah itu.

“Apabila tidak membongkar dan mengosongkan maka akan meminta bantuan Satuan Polisi Pamong praja untuk merobohkan dan menertibkan bangunan-bangunan,” jelas Haris Azhar.

Sementara itu di laman resmi Sentul City, Kuasa hukum PT Sentul City, Antoni, menyatakan Sentul City mendapat dukungan penuh warga desa setempat dalam rencana memanfaatkan lahan.

Antoni mengatakan warga mendukung pemanfaatan lahan sesuai masterplan dengan harapan menciptakan lapangan kerja bagi warga desa sekitar, seperti area yang telah terbangun di desa lain.

Terkait ada keributan di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Antoni membantahnya.

Antoni menilai hanya akting beberapa saat yang dibuat massa sewaan pihak spekulan. Antoni menuduh hal itu sengaja dibuat untuk spekulan untuk menguasai tanah.

“Spekulan berdasi ini yang mengambil alih garap untuk tujuan memiliki dan menguasai tanah,” kata Antoni.

Usai pihaknya melakukan pemetaan terhadap aset-aset PT Sentul City, kata Antoni, ternyata ada beberapa bangunan-bangunan liar berupa vila-vila dan/atau rumah rumah yang didirikan di luar masyarakat asli Bojong Koneng, dalam istilah masyarakat Bojong Koneng sering disebut masyarakat berdasi.

“Setelah kami lakukan pemetaan, kami melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat berdasi tersebut tentang kepemilikan lahan yang dimiliki oleh kami. Bahkan telah pula kami sampaikan somasi 1, 2, dan 3 untuk memberitahukan bahwa kami segera memanfaatkan lahan, dan agar segera membereskan diri untuk meninggalkan lahan. Mereka tidak menghiraukannya. Kami minta mereka menjelaskan atas dasar alas hak apa menempati lahan lahan kami? Tidak juga direspons,” jelas Antoni.

Adapun tanggapan atau penjelasan detail disampaikanPT Sentul City dalam sebuah pernyataan, yakni sebagai berikut:

Merespons pemberitaan di media massa terkait surat somasi dari kami terhadap Bapak Rocky Gerung soal Lahan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor maka perlu kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. PT Sentul City Tbk (SC) benar telah melayangkan surat somasi pertama Nomor 128/SC-LND/VII/2021 tanggal 28 Juli 2021, surat somasi kedua Nomor 227/SC-LND/VIII/2021 tanggal 6 Agustus 2021 dan surat somasi ketiga Nomor 331/SC-Land/VIII tanggal 12 Agustus 2021. Dasar somasi tersebut Karena SC adalah pemegang hak yang sah atas bidang tanah bersertifikat SHGB Nomor B 2412 dan 2411 Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Somasi tersebut juga dikirimkan kepada pihak-pihak yang juga menduduki lahan kami yang telah bersertifikat.
  2. Meminta BPN menjelaskan sejelas jelasnya kedudukan status tanah itu benar sertifikat HGB SC agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi yang berdampak keresahan masyarakat.
  3. Meminta Pemkab Bogor menegakkan aturan sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum terhadap bangunan-bangunan tanpa IMB yang ada di wilayah desa Bojong Koneng dan juga Kecamatan Babakan madang, Kabupaten Bogor.
  4. SC sedang mengembangkan lahan sesuai rencana pengembangan yang ada dalam master plan yang telah disahkan Pemkab Bogor.

Bogor, 9 September 2021

David Rizar Nugroho
Head of Corporate Communication
PT Sentul City Tbk

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Doa Hari Jumat Penuh Berkah

Read Next

Catat! Ini Jadwal Ganjil Genap Bandung