ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bank Indonesia Dapat Kucuran dari IMF Rp 90 triliun

bank indonesia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/09/2021). Pada Agustus 2021, Bank Indonesia (BI) menerima tambahan modal cadangan devisa RI yang berasal dari Special Drawing Rights (SDR) oleh International Monetary Fund (IMF).

BI menegaskan dana itu bukan dalam berbentuk hutang.

Sebagai informasi, BI merilis data cadangan devisa pada Agustus 2021 sebesar US$ 144,8 miliar, angka ini meningkat bila dibandingkan dengan cadangan devisa pada Juli yakni sebesar US$ 137,3 miliar.

Adapun asal-usul kenaikan cadangan devisa itu lantaran adanya tambahan alokasi umum hak penarikan khusus sebesar 4,46 miliar SDR atau setara dengan US$ 6,31 miliar yang diterima oleh IMF atau Rp 90 triliun (kurs Rp 14.250/USD).

Menurut keterangan Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi, alokasi SDR tak dilakukan atas dasar permintaan BI, melainkan diberikan oleh IMF kepada seluruh negara anggota sesuai kuota yang sudah ditetapkan.

“Jadi ini bukan kebijakan yang spesifik diberikan IMF ke Indonesia dan kedua bukan karena permintaan kita yang khusus kita minta ke IMF dan ini sebagai refleksi kita tidak dalam mendesak,” kata Doddy dalam video conference, Rabu (08/09/2021).

Doddy menilaiMenurutnya SDR merupakan kebijakan IMF yang diberikan kepada seluruh negara di dunia tidak hanya Indonesia, untuk menghadapi pandemi covid-19, untuk menjaga stabilitas ekonomi global.

Doddy juga mengatakan pemberian SDR kepada Indonesia itu di tengah cadangan devisa Indonesia sangat tinggi dan kuat.

Penyaluran SDR ini, kata Doddy, juga dilakukan atas persetujuan negara-negara anggotanya. Jadi IMF tak bisa memutuskannya sendiri.

Terdapat banyak negara yang mendapatkan SDR ini seperti Amerika Serikat (AS) hingga negara-negara di Eropa.

“Ini menunjukkan bagaimana pentingnya penguatan atau ketersediaan cadangan devisa dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan global,” katanya.

BI dalam catatannya, AS mempunyai kuota SDR yang paling besar dari IMF. Lalu disusul juga negara-negara Eropa, Jepang, yang juga menerima alokasi SDR lebih besar daripada Indonesia.

“AS punya kuota paling besar di IMF itu dia yang paling banyak dapat SDR. Kemudian negara-negara Eropa, Jepang juga SDR yang mereka terima jauh lebih besar dari Indonesia. Kalau konteks kesulitan harusnya negara besar tidak mendapatkan,” jelasnya.

“Alokasi SDR ketika diterima BI, enggak bayar apa-apa dan tanpa biaya. Itu bukan utang, jadi tidak harus dikembalikan. Sifatnya semacam dana yang bisa digunakan untuk cadangan devisa. Tidak ada batas waktu untuk dikembalikan,” kata Doddy.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Asam Lemak Omega-3 Telah Terbukti Efektif Tingkatkan Daya Ingat

Read Next

Daftar Nama Korban Meninggal Akibat Kebakaran di Lapas Tangerang