ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Serba-serbi PTM Terbatas Jakarta, Diadakan Seminggu Dua Kali Hingga Blended Learning

Serba-serbi PTM Terbatas Jakarta, Dilaksanakan Dua Pekan Sekali Hingga Blended Learning

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/09/2021). Disdik DKI Jakarta berencana membuka beberapa sekolah untuk mengadakanPembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada minggu ketiga bulan ini.

Menurut keterangan Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, rencana pelaksanaan PTM terbatas diadakan sepekan dua kali.

“Memang timeline kita minggu ketiga, ini sudah minggu kedua. Minggu ketiga diharapkan anak belajar seminggu dua kali di masing-masing kelas,” ujar Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah kepada awak media, Selasa (07/09/2021).

Pemprov DKI Jakarta sendiri mempunyai target untuk menambah jumlah sekolah dalam pelaksanaan PTM. Diketahui bakal ada penambahan sebanyak 890 sekolah di pekan ketiga bulan ini.

“Kalau tidak ada perubahan menggunakan angka 1.500, berarti sekarang 610 sekolah yang laksanakan PTM, penambahannya 890 sekolah. Itu target kita rencana kita, kalau pelatihannya melebihi angka segitu ya bisa terjadi,” terangnya.

Meski demikian, rasio PTM terbatas Jakarta baru lima puluh persen.

“Karena pilihannya di sekolah, katakan rasio 32 per kelas, dengan kondisi PTM terbatas, rasionya menjadi 50 persen maksimum. Artinya (dalam sehari) anak-anak sebagian harus di rumah,” lanjutnya.

Selain itu, Taga menyampaikan pihaknya masih mempertimbangkan rencana tersebut. Sehingga rencana PTM sepekan dua kali untuk siswa masih bisa berubah.

“Kita masih mempertimbangkan kondisi yang kondusif. Artinya, kebijakan itu bisa berubah,” kata Taga.

Kegiatan PTM terbatas di sekolah Jakarta sebelumnya hanya berjalan selama tiga hari per pekan, yaitu hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara hari Selasa dan Kamis merupakan jadwal penyemprotan disinfektan di ruang kelas.

Kadisdik DKI Jakarta Nahdiana memastikan metode pembelajaran campuran atau blended learning diberlakukan dalam kegiatan PTM tersebut meskipun sekolah dibuka setiap hari. Dalam sehari, sebagian siswa akan ke sekolah, sementara sisanya melakukan pembelajaran secara daring.

“Tapi apakah anak-anak kita akan masuk tiap hari? Tidak. Karena harus bergantian. Bisa saja, katakan yang SD kali ini kelas 6. Itulah yang kita latih dalam blended learning,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah satu pekan memulai kegiatan PTM terbatas secara bertahap di sejumlah sekolah.

Dilapangan masih ada sekolah yang diketahui melanggar protokol kesehatan dan diberhentikan sementara kegiatan pembelajarannya. 

Bagi pelajar PTM terbatas di Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) telah menyediakan total 70 bus yang dioperasikan untuk melayani 20 rute reguler dan 13 rute zonasi.

Dengan demikian, untuk pelajar yang dijadwalkan mengikuti PTM terbatas, dapat memanfaatkan transportasi umum tersebut secara gratis.

Tak hanya itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyatakan, dalam PTM terbatas ini, pelajar yang menggunakan transportasi KRL menuju sekolahnya juga diperbolehkan naik kereta.

Para pelajar, kata Anne, harus tetap memiliki surat keterangan dari sekolah yang mengadakan jadwal PTM, atau surat keterangan lainnya dari pemerintah daerah setempat sebagai syarat untuk naik KRL.

Sama hal nya dengan pengguna KRL yang lain, para pelajar juga wajib memperlihatkan surat keterangan tersebut kepada petugas di stasiun untuk validasi data.

“Para siswa juga diwajibkan mentaati protokol kesehatan dan aturan-aturan lainnya yang berlaku di dalam perjalanan KRL,” kata Anne , dalam keterangannya kepada media, beberapa waktu lalu.

Adapun aturan yang harus dipatuhi yakni:

  • Menggunakan masker dobel
  • Menjaga jarak aman antar pengguna
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL
  • Tidak berbicara secara langsung, maupun
  • Menggunakan telepon seluler selama berada di dalam KRL.
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Baru Cair ke 3,2 Juta, Karyawan Kriteria Ini Tak Terima Bantuan Subsidi Gaji

Read Next

Terungkap! Alasan Anggota DPRD DKI Jakarta Banyak yang Belum Serahkan LHKPN 2020