ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ilmuwan Ungkap Siapa yang Paling Berisiko Terkena Obesitas

obesitas

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/09/2021). Para ahli dari University College London melakukan penelitian untuk mengetahui siapa yang paling berisiko terkena obesitas. Mereka menemukan bahwa kaum muda adalah yang paling rentan terhadap obesitas dan kelebihan berat badan dalam populasi.

Para peneliti melihat catatan kesehatan anonim dari lebih dari dua juta orang dewasa di Inggris antara tahun 1998 dan 2016 untuk memperkirakan perubahan berat badan pada usia yang berbeda dan pada populasi yang berbeda.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Lancet Diabetes & Endocrinology menemukan bahwa anak laki-laki dan perempuan berusia 18 hingga 24 tahun empat kali lebih mungkin untuk menambah berat badan selama sepuluh tahun ke depan dibandingkan orang berusia 65 hingga 74 tahun.

Anehnya, pemuda tampaknya menjadi faktor risiko yang lebih penting untuk penambahan berat badan daripada jenis kelamin, etnis, wilayah tempat tinggal, atau karakteristik sosial ekonomi lainnya. Juga, menurut para peneliti, risiko kenaikan berat badan terus menurun seiring bertambahnya usia.

“Hasil kami dengan jelas menunjukkan bahwa usia adalah faktor sosio-demografis yang paling penting dalam perubahan BMI (indeks massa tubuh). Orang muda antara usia 18 dan 24 memiliki risiko tertinggi peningkatan BMI dibandingkan dengan orang tua. Kami juga menemukan bahwa di antara orang gemuk, pria dan wanita berusia 35 hingga 54 tahun memiliki risiko tertinggi untuk tidak kehilangan berat badan,” kata Dr. Mikhail Katsulis, penulis utama studi ini.

Para ilmuwan percaya temuan ini terkait dengan kebiasaan makan sehari-hari yang terbentuk selama masa kanak-kanak dan usia muda dan bertahan hingga dewasa.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bye-bye Dolar AS, Indonesia-China Berlakukan Rupiah dan Yuan

Read Next

Banjir Bandang Bogor, Jembatan Hanyut, Belasan Rumah Rusak Hingga Puluhan Orang Terisolasi