ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Daftar Bantuan September 2021, Ada Pedagang Kaki Lima hingga Warung Makan Bakal Terima BLT Rp 1,2 Juta

BLT UMKM 2021 Cair 2 Tahap, Segera Daftar dan Penuhi Syarat Ini, Bansos 300 Ribu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/09/2021). Pedagang kaki lima (PKL), pemilik warung hingga warung makan dikabarkan bakal segera menerimabantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin (06/09/2021) kemarin.

Airlangga menyampaikan pihaknya sudah menyelesaikan semua regulasi yang dibutuhkan sehingga BLT itu akan segera cair .

“Bantuan tunai untuk PKL, warung, warteg, akan segera dijalankan karena seluruh regulasi sudah lengkap,” ujar Airlangga .

Sebagaimana diketahui BLT ini adalah program tindak lanjut pengetatan mobilitas masyarakat.

Menurut catatan, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 55,21 triliun termasuk untuk Kartu Sembako, beras Bulog 10 kilogram, diskon tarif listrik, kuota internet gratis, hingga Kartu Prakerja.

Khusus bantuan tunai diberikan untuk PKL hingga warteg, mekanismenya diatur lewat pedoman umum petunjuk teknis, dengan pendampingan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPKP.

Pelaku usaha super mikro ini bakal didata oleh Babinsa/Babinkamtibmas. Pelaku usaha perlu melampirkan data izin usaha, lokasi usaha, dan NIK.

“(Penyerahan) bantuan lebih sederhana, dalam bentuk tanda terima bagi penerima bantuan, warung, PKL, disertai dokumentasi foto yang memadai. Dan data NIK ini mendapat cleansing atau pembersihan data melalui BPKP. NIK sejalan dengan data di Kemendagri,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, secara rinci penerima BLT tunai dibagikan kepada pedagang kaki lima, pemilik warung, hingga warteg yang belum mendapat Bantuan Produktif Ultra Mikro (BPUM) dari Kemenkop UKM.

Bantuan ini khusus diberikan kepada PKL, warung, dan warteg yang beroperasi di wilayah PPKM level 3 dan level 4. Nilai bantuan berupa uang tunai senilai Rp 1,2 juta, sama seperti nominal BPUM.

“Bantuan tunai (diberikan) kepada 1 juta PKL/pemilik warung sebesar Rp 1,2 juta melalui TNI/Polri. Jadi ini adalah bukan penerima BPUM,” kata Airlangga.

Sebelumnya juga Presiden Jokowi menyampaikan sejalan dengan perpanjangan PPKM , pemerintah bakal tetap melanjutkan program-program yang mengurangi beban masyarakat. Seperti bantuan sosial tunai, BLT desa, hingga bantuan untuk pelaku usaha mikro seperti warung sudah disalurkan.

Adapun daftar bansos yang cair bulan September 2021 diantaranya adalah sebagai berikut:

BLT BPJS Ketenagakerjaan

Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan tahap tiga dijadwalkan akan cair awal September 2021 pada 1,5 juta pekerja calon penerima subsidi upah. Adapun pencairan yang dilakukan pada tahap 1 dan 2 sudah dikirimkan kepada 2,1 juta pekerja.

“Insyaallah minggu ini sudah tersalur,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi kepada Tirto, Senin (30/08/2021) lalu.

Target dari penerima subsidi di tahun ini adalah sekitar 7 juta pekerja dengan kriteria pekerja calon penerima dana BSU adalah Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki upah di bawah Rp3,5 juta, berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 sesuai Instruksi Mendagri nomor 22 dan 23 tahun 2021, serta bukan merupakan penerima Bantuan Sosial lainnya dari pemerintah seperti Kartu Pra Kerja, Program Keluarga Harapan, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro. Besaran BSU tahun 2021 diberikan sekaligus dengan total Rp 1 Juta.

Bansos PKH Kemensos bagi Ibu Hamil, Balita, Lansia dan Pelajar

Bantuan ini untuk 10 juta keluarga paling rentan atau paling miskin yang masuk dalam program Program Keluarga Harapan (PKH). Adapun bantuan yang akan diberikan bertahap mulai September 2021 ini berbeda-beda tergantung anggota keluarga, karena subsidi tunai diberikan per kepala.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan jaring pengaman sosial berupa BLT untuk ibu hamil, balita, pelajar sampai lansia. Besaran dari setiap calon penerima berbeda-beda, bantuan ini khusus diberikan pada masyarakat yang terdaftar dalam PKH dengan target 10 juta keluarga atau setara 40 juta orang.

“Kita semua tahu kalau pemerintah memberikan bantalan sosial, selama ini bantalan sosial yang terus-menerus dilakukan adalah untuk 10 juta masyarakat yang paling rentan. Yang paling miskin yaitu 10 juta keluarga,” ungkap Menkeu, dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/07/2021) lalu.

BLT itu, jelas Menkeu, diberikan per orang di dalam keluarga. Misalnya, per satu satu keluarga terdiri dari 4 anggota, jika dua anaknya tengah bersekolah di SD maka setiap anak mendapatkan BLT Rp900 ribu.

“Kalau terdiri dari anak-anak SMP [anaknya SMP 2 orang] dia dapat Rp3 juta kalau anaknya balita dan SMP dia akan dapat kombinasi beda. Demikian yang kita berikan kepada 1 juta orang sebagai bantalan paling basic. Paling mendasar bagi keluarga di Indonesia sehingga anak-anaknya bisa sekolah dan mendapatkan imunisasi,” jelasnya.

Anggaran yang sudah disiapkan untuk program ini adalah Rp28,31 triliun yang akan cair dalam periode 12 bulan. Selain BLT, untuk keluarga PKH mereka masih mendapatkan program kartu sembako. Namun, program kartu sembako itu diberikan 18,8 juta keluarga.

“Sehingga keluarga PKH mendapatkan ini plus kartu sembako. Tapi jumlah penerima kartu sembako lebih banyak. Yaitu 18,8 juta. Dalam rangka menghadapi PPKM ini kita mendambakan untuk kartu sembako ini dengan dua bulan ekstra yaitu sebanyak 18,8 juta keluarga yang mendapatkan selama ini Rp200 ribu/bulan untuk kebutuhan sembako,” kata Menkeu.

Secara rinci, Menkeu membeberkan setiap keluarga berhak untuk diberikan tunjangan dengan berdasarkan komposisi di dalam keluarga tersebut. Misalnya, di dalam keluarga memiliki ibu hamil, maka keluarga tersebut mendapatkan BLT Rp3 juta/tahun.

Selanjutnya, jika di dalam keluarga balita, maka bantuan ditambah Rp3 juta/tahun. Ada pula BLT diberikan pada keluarga yang memiliki anak SD, keluarga tersebut diberikan BLT sebesar Rp900 ribu/tahun.

“Kalau ada anak SMP-nya maka dia mendapatkan Rp1,5 juta/tahun kalau anaknya sudah mencapai SMA diberikan Rp2 juta/ tahun kalau di keluarganya itu ada disabilitas diberikan Rp2,4 juta/tahun dan kalau untuk keluarga yang memiliki lansia kita berikan Rp2,4 juta,” terang Sri Mulyani.

Bantuan UKT

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan program bantuan UKT atau Uang Kuliah Tunggal hingga Rp 2,4 juta setiap mahasiswa. Bantuan tersebut akan cair pada September 2021.

Dalam merealisasikan program bantuan UKT tersebut, Kemendikbud Ristek akan menyalurkan dana sebesar Rp 745 miliar. Nadiem menerangkan, bantuan disesuaikan dengan besaran UKT mahasiswa. Setiap mahasiswa bisa mendapatkan bantuan UKT maksimal Rp 2,4 juta.

Bantuan Paket Kuota

Bantuan paket kuota data internet tahun 2021 periode September-November 2021. Besaran kuota internet yang didapat bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk peserta didik PAUD sebesar 7 GB, peserta didik SD-SMA sebesar 10 GB, pendidik Paud-SMA 12 GB, dan mahasiswa/dosen 15 GB per bulan.

Diskon Listrik

Diskon listrik juga kembali cair pada September 2021 mengingat insentif ini diperpanjang sampai Desember 2021. Semula, diskon listrik ini bakal berakhir pada September 2021. Stimulus yang diberikan sampai akhir tahun ini meliputi diskon tarif listrik dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen.

Diskon listrik diberikan untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA. Diskon berlaku hingga akhir September 2021. Targetnya, stimulus akan diberikan kepada 32,6 juta pelanggan PT PLN (Persero). Pelanggan 450 VA diberikan diskon 50 persen dari tagihan dan 900 VA 25 persen dari tagihan.

Diskon yang diberikan lebih rendah dari sebelumnya. Dalam periode sebelumnya, pemerintah menggratiskan tagihan listrik untuk pelanggan 450 VA, sedangkan pelanggan 900 VA diberikan diskon 50 persen.

Cara Cek Penerima Bansos 2021 di Link Resmi

Bansos akan terus tersalurkan selama masa PPKM diperpanjang, untuk cek penerima bansos bisa lewat link resmi berikut.

Berikut daftar beberapa website resmi pemerintah terkait bansos:

  1. cekbansos.kemensos.go.id untuk daftar data penerima PKH, BPNT, BST
  2. corona.jakarta.go.id untuk daftar data penerima BST DKI
  3. eform.bri.co.id/bpum untuk daftar data penerima BPUM BRI
  4. banpresbpum.id untuk daftar data penerima BPUM BNI
  5. stimulus.pln.co.id atau PLN Mobile untuk daftar data penerima diskon listrik
  6. sso.bpjsketenagakerjaan.go.id atau Aplikasi BPJSTKU untuk daftar data penerima BLT Upah BPJS
  7. Kuota-belajar.kemdikbud.go.id untuk daftar data penerima subsidi kuota Kemdikbud
  8. Bansos DKI sebagian besar bisa dicek lewat aplikasi JakOne
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

BPK Laporkan Temuan Kerugian Negara Sekaligus Ajukan Tambahan Anggaran

Read Next

Cara Terbaik untuk Merawat Diri Sendiri