ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Heboh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang Pakai Brand Louis Vuitton

Heboh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang Pakai Brand Louis Vuitton

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/08/2021). Ramainya pembahasanpengadaan baju dinas di tahun 2021 oleh DPRD Kota Tangerang menuai kritikan.

Menanggapi hal itu, tersiap kabar pengadaan baju dinas tersebut resmi dibatalkan.

Sebagai informasi pengadaan baju mulai mendapat sorotan lantaran terdapat kenaikan anggaran dalam pengadaan bahannya hingga proses jahit baju.

“Ya setelah rapat tadi kami sepakat untuk dibatalkan pengadaan baju dinas di tahun 2021,” ujar Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, dalam keterangannya, Selasa (10/08/2021).

Adapun rencananya anggaran pengadaan baju dinas itu terdiri dari pengadaan bahan senilai Rp675 juta. Kemudian pengadaan penjahitan baju senilai Rp600 juta.

Pengadaan baju dengan nilai sebanyak itu ternyata naik dari anggaran tahun 2020 sebesar Rp312,5 juta.

Tersiar kabar, kenaikan itu disebabkan adanya pemilihan bahan dari otlet ternama bahkan menggunakan 4 merek papan atas yakni Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian (PDH), Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR), Theodoro untuk pakaian sipil harian (PSH) dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).

Masyarakat heboh dan menyoroti, baju-baju dinas anggota DPRD itu menggunakan bahan baju merek-merek mewah, seperti Louis Vuitton hingga Thomas Crown.

Berdasarkan keterangan dari Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Hadi Sudibjo, bahan-bahan pakaian yang akan digunakan, diantaranya Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian, Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Theodore untuk pakaian sipil harian, dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap.

Gatit, mengungkapkan pihak DPRD Kota Tangerang sebetulnya tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan baju dinas tersebut.

“Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya nggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang,” ujar Gatot kepada media.

Gatot merasa bingung karena pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang ini baru ramai disorot usai pemenang tender sudah diumumkan.

Lebih heran lagi , Gatot, berdalih semua DPRD kabupaten/kota hingga provinsi seluruh Indonesia juga melakukan pengadaan ini.

“Kita DPRD nggak pernah nyebut merek, itu yang perlu kita luruskan dari awal, kedua bingung kita, kadang saya bingung kok ramainya pada saat ada pemenang, bukan pada saat proses, karena bicara pengadaan baju barang setahun sekali, seluruh DPRD Kabupaten Kota se Indonesia juga mengadakan, termasuk DPRD Provinsi, dan untuk asas keadilan tolong dicek juga dong,” terangnya.

Gatot juga membeberkan sebenarnya DPRD Kota Tangerang terbuka ketika ada pihak yang mempersoalkan atau memberi masukan saat proses lelang pengadaan. Dia menyebut beberapa pengadaan juga sempat dibatalkan saat proses lelang.

“Saya kasih contoh ketika kendaraan saya Camry, itu 2 kali gagal lelang, tapi karena ada yang mengingatkan, saat proses, ya saya batalkan, tapi dipersoalkan ketika proses, kemudian juga sama Gedung DPRD Rp 40 miliar, jadi kami terima kasih atas masukannya gitu, cuma kadang kita bingung kenapa ramai dan diramaikan saat ada pemenang lelang, bukan saat proses lelang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gatot menuturkan proses lelang pengadaan baju tersebut berlangsung 2 minggu yang lalu. Saat itulah, kata dia, tidak ada pihak yang mempersoalkan.

“Nggak denger ada komplain apa-apa, ini sekitar minggu minggu kemarin, 2 minggu-an lah, bisa dicek ya, pokonya pasca pengumuman itu baru ramai, bukan proses lelang, jadi sudah tampil ada pemenang itu baru ramai. Saat itu ada penawaran dari berbagai macam orang, biasa aja, nggak ada hiruk pikuk gini ,makanya saya bingung ada apa ya,” katanya.

Sementara menurut keterangan dari pihak Louis Vuitton Indonesia, pihaknya mengaku tidak menyuplai bahan pakaian dinas atau seragam buat DPRD Kota Tangerang.

Louis Vuitton juga menegaskan tidak memiliki lini penjualan material dan seragam.

“LV tidak pernah ada segmen bisnis untuk penjualan fabric material or uniform (bahan kain atau seragam),” ujar Eunike Santosa, communication manager Louis Vuitton Indonesia, melalui keteranggan tertulisnya, Selasa (10/08/2021).

Selama ini, kataEunike, Louis Vuitton hanya menyediakan busana siap pakai (ready to wear) dalam koleksi terbatas.

Eunike menekankan Louis Vuitton tak ada hubungannya dengan pengadaan baju dinar itu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Perkembangan Terakhir di Afghanistan; Pertempuran Sengit Berlanjut Untuk Merebut Kembali Farah

Read Next

Jadwal Puasa Tasu’a dan Asyuro 2021