ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Setahun Ledakan di Beirut, Warga Libanon Turun ke Jalan

Sekitar 300 Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal di Beirut

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/08/2021). Ibu kota Libanon Beirut pada hari Rabu (04/08/2021) menjadi tempat ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa protes pada peringatan ledakan besar kota yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

Menurut media Libanon, warga Beirut melakukan demonstrasi damai menuntut hukuman bagi para pelaku ledakan.

Tahun lalu Selasa (04/08/2020) ledakan terjadi di pelabuhan ibukota Libanon, Beirut.

Ledakan itu menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan 6.000 terluka, dan 300.000 orang mengungsi karena rumah mereka hancur.

Lebanon terjerumus ke dalam krisis politik setelah pemboman Beirut, mendorong pemerintah Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab untuk mengundurkan diri menyusul protes, dan negara itu telah memasuki krisis pembentukan kabinet.

Baru-baru ini, Presiden Lebanon Jenderal Michel Aoun, dalam konsultasi dengan organisasi parlemen, menunjuk Najib Mikati untuk membentuk pemerintah Lebanon.

Senin lalu, ia diangkat ke kabinet dengan 72 suara dari total 118 suara yang diberikan.

Mikati ditunjuk untuk membentuk kabinet setelah Saad al-Hariri gagal membentuk pemerintahan selama 11 bulan dan mengundurkan diri.

Kegagalan dua mantan pejabat pemerintah, Mustafa Adib dan Saad al-Hariri, serta rumitnya krisis politik Lebanon sedemikian rupa sehingga banyak analis tidak mengantisipasi bahwa kelompok politik Lebanon akan dapat dengan cepat menyepakati penunjukan perdana menteri baru. Berlawanan dengan kepercayaan populer, Mikati dapat dengan cepat mendapatkan suara yang diperlukan dan membentuk pemerintahan setelah konsultasi parlemen yang diperlukan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Indonesia Raih Empat Medali di International Chemistry Olympiad (IChO) 2021

Read Next

Siap-siap! Pelajar hingga Dosen Bakal Terima Bantuan Kuota Internet