ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Israel Merasa Terancam dengan Program Nuklir Iran

Israel Merasa Terancam dengan Program Nuklir Iran

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/07/2021). Dalam sebuah wawancara dengan Presiden Israel Isaac Herzog, Manuel Trajenberg, direktur Institut Studi Keamanan Nasional rezim Zionis, mengklaim bahwa program nuklir Iran merupakan ancaman yang sangat serius bagi rezim.

“Pembicaraan nuklir antara Iran dan Barat di Wina tampaknya membuahkan hasil,” Trajanberg, direktur Institut Zionis untuk Studi Keamanan Nasional, mengatakan dalam laporan tahunan tentang tantangan yang dihadapi rezim.

Sebagaimana diberitakan, mengacu pada kemajuan nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir, ia mengklaim: “Iran telah mencapai pengayaan uranium tingkat tinggi, produksi logam uranium dan penerapan sentrifugal canggih.” Runtuhnya sosial, ekonomi dan politik Lebanon dan perselisihan yang terus berlanjut di Suriah telah memungkinkan Iran untuk menyusup ke wilayah tersebut dan mendapatkan kemampuan untuk menyerang jantung Israel. Hizbullah menimbun pasukannya untuk kemungkinan konflik dengan Israel. 

Mengacu pada situasi di Suriah, Trajenberg mengklaim: “Selama Bashar al-Assad adalah presiden Suriah, tidak ada harapan bahwa Iran akan meninggalkan bagian wilayah ini.” 

Lembaga Zionis mengklaim dalam penilaiannya: Palestina telah menjadi isu sampingan di panggung dunia. Rezim Zionis harus mendukung negara Palestina dan mencapai pemahaman yang sama dengan Hamas untuk mencapai perdamaian abadi, sehingga Jalur Gaza juga dapat mencapai stabilitas relatif. 

Rezim Zionis selalu mengkhawatirkan kesepakatan nuklir komprehensif antara Iran atau Borjam. Pembicaraan Wina dan kemungkinan kembalinya AS ke kesepakatan nuklir telah membuat khawatir para pejabat Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, rezim telah melakukan segala macam tindakan, dari terorisme nuklir hingga, menurut pejabat AS, retorika yang tidak berdasar untuk mengganggu pembicaraan. 

Rezim Zionis telah berulang kali membantah bahwa Iran sedang mencari senjata nuklir, sementara pejabat Iran telah menyatakan bahwa mereka tidak mencari senjata nuklir sama sekali dan telah menghadiri pembicaraan Dewan Keamanan PBB untuk membuktikan klaim mereka dan telah mengadopsi sistem inspeksi yang paling ketat. pengakuan berulang dari Badan Energi Atom Internasional, mantan pemerintahan AS telah dipengaruhi oleh nasihat yang salah dari Zionis, dan Donald Trump telah secara sepihak menarik diri dari Dewan Keamanan PBB. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Siap-siap Buruh Bakal Terima Bantuan Subsidi Upah

Read Next

Bahaya Orang yang Berprasangka Buruk: Sial, Rugi, Celaka