ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Siap-siap Buruh Bakal Terima Bantuan Subsidi Upah

Menaker; Prioritaskan Pekerja yang ter-PHK untuk Kembali Bekerja

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/07/2021). Ketidakstabilan sektor perekonomian dan ketenagakerjaan sekarang ini mendorong pemerintah untuk melindungi dunia usaha dan pekerja (buruh).

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan melindungi dunia usaha sama halnya melindungi tenaga kerja.

“Hal ini tentunya merupakan masalah kita bersama sebagai bangsa yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah,” ujar Ida , dalam keterangannya, Sabtu (24/07/2021).

Sejauh ini Kemnaker tengah melakukan persiapan pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja/buruh yang terdampak pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kebijakan BSU dikeluarkan untuk mencegah pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan pekerjanya, serta membantu pekerja yang dirumahkan atau berkurang gajinya karena pembatasan jam kerja,” jelasnya.

Pemerintah, kata Ida, bagi usaha, sudah memberikan sejumlah dukungan seperti percepatan vaksinasi kepada pekerja/buruh yang bekerja pada sektor-sektor yang masih diperbolehkan untuk beroperasi; memperpanjang berbagai stimulus yang sebelumnya telah diberikan kepada sektor industri; hingga memberikan bantuan produktif untuk usaha mikro terhadap UMKM.

“Pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada pengusaha untuk mengatasi dampak COVID-19, agar perekonomian masyarakat bergerak seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” terang Menaker Ida.

Selain itu, pihaknya tengah mennyusun Permenaker untuk pelaksanaan BSU, serta terus mematangkan koordinasi dengan semua pihak terkait.

“Pemberian BSU diharapkan juga mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Ida, pemerintah juga akan memprioritaskan Kartu Prakerja bagi para korban PHK. Kemnaker juga melangsungkan program reguler perluasan kesempatan kerja yang juga membantu masyarakat di masa pandemi. Program ini berupa program padat karya untuk 45 ribu orang dan tenaga kerja mandiri melalui wirausaha produktif untuk 100 ribu orang.

Ida mengharapkan pengusaha terus melakukan dialog secara bipartit dengan pekerja/buruhnya untuk mencari solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Sehingga kelangsungan berusaha pengusaha dapat terjaga dengan tetap memperhatikan keberlangsungan hidup pekerja/buruh, khususnya pada masa Pandemi COVID-19.

“Saya yakin dan percaya apabila pengusaha dan pekerja/buruh saling terbuka dan berdialog mengenai masalah yang sedang dihadapi maka akan mendapatkan solusi dan jalan keluar yang dapat diterima oleh kedua belah pihak,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Empat Kebiasaan Diet Ini Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Read Next

Israel Merasa Terancam dengan Program Nuklir Iran