ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Duh, Puluhan Hotel di Garut Menangis

Duh, Puluhan Hotel di Garut Menangis

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/07/2021). Imbas dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sebanyak 30 hotel dan restoran di Kabupaten Garut, Jawa Barat memasang bendera warna putih bergambar emotikon menangis.

Pemasangan bendera itu sebagai aksi meluapkan kesedihan terkait usahanya yang sepi.

“Kami pasang bendera putih di hotel dan rumah makan, ini sebagai ungkapan kesedihan kami dengan kondisi usaha saat ini,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut Deden Rohim, dalam keterangannya kepada wartawan di Garut, Senin (19/07/2021).

Kondisi usaha saat ini, kata dia, telah membuat para pelaku usaha kewalahan untuk menanggung biaya karyawan dan biaya operasional pokok lainnya, salah satunya tagihan listrik.

Jika kondisi ini terus berkepanjangan akibat PPKM Darurat, kata dia, maka pelaku usaha hotel dan restoran di Garut akan bingung untuk membayar gaji karyawan maupun biaya perawatan tempat.

“Jika PPKM ini diperpanjang misalnya, ya saya akan serahkan seluruh karyawan, silakan minta ke negara untuk mereka bisa makan karena (pelaku usaha) sudah tidak mampu bayar,” ujar Deden.

Deden menjelaskan bendera merah putih dengan gambar menangis itu sudah terpasang di sejumlah hotel dan restoran di wilayah perkotaan Garut sebagai ungkapan pengusaha terkait kondisi usaha saat ini yang terus memprihatinkan.

Pelaku usaha hotel dan restoran di Garut, kata dia, sudah berusaha bertahan selama dua tahun pandemi COVID-19, meskipun hingga kondisi saat ini terus sepi pengunjung.

“Seyogyanya kita ini sudah berjibaku hampir dua tahun covid ini, ini (pasang bendera) adalah sebuah refleksi, hati kita ini menangis,” katanya.

Deden mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan pelaku usaha hotel dan restoran dengan memberikan bantuan subsidi atau membebaskan pajak selama pandemi COVID-19.

Menurut dia anggaran pajak yang harus dibayarkan pemerintah akan membantu keuangan perusahaan, yang nantinya bisa dialihkan untuk membayar gaji karyawan.

“Mau bagaimana lagi sekarang, pajak harus bayar tapi tempat usaha harus tutup, udah gak sanggup lagi dari mana gua bayar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan menyampaikan akan menemui Ketua PHRI Garut untuk membahas masalah kegiatan usaha yang terdampak pandemi COVID-19, salah satunya akan membahas pengurangan pajak.

“Yang bisa dilakukan kami adalah pengurangan pajak,” ujar Bupati.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Validasi Dokumen Penumpang Pesawat

Read Next

Dua Kapal Illegal Fishing Malaysia Berhasil Diamankan