ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

IHSG Merosot Lebih dari Satu Persen

ihsg melemah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/07/2021). Mendekati penutupan perdagangan sesi II Selasa (13/07/2021) hari ini, tercatat beberapa saham anjlok lebih dari enam persen, bersamaan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 1%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) siang hari, IHSG anjlok 1,09% ke 6.013,260, setelah sempat menguat pada awal perdagangan pagi tadi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 9,316 triliun dengan volume perdagangan sebesar Rp 18,13 miliar.

Meski demikian, investor asing mencatatkan beli bersih (net but) di pasar reguler sebesar Rp 80,90 miliar dan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 113,12 miliar.

Adapun lima besar saham-saham yang anjlok itu, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • XL Axiata (EXCL), -6,13%, ke Rp 2.450, transaksi Rp 111,8 M
  • Smartfren Telecom (FREN), -6,14%, ke Rp 107, transaksi Rp 142,8 M
  • Bank Neo Commerce (BBYB), -6,40%, ke Rp 585, transaksi Rp 92,4 M
  • Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), -6,49%, ke Rp 72, transaksi Rp 12,6 M
  • Multipolar (MLPL), saham -6,85%, ke Rp 680, transaksi Rp 100,5 M

Dari data-data itu, ada dua saham emiten telekomunikasi, FREN, dan EXCL, merosot tajam. Saham FREN turun 6,14% ke Rp 107/saham, melanjutkan koreksi pada 3 hari sebelumnya. Kemudian, saham EXCL terjungkal 6,13% setelah dua hari sebelumnya menghijau 1,94%.

Kemudian saham emiten Grup Lippo, MLPL, menjadi yang paling turun hingga mencapai batas auto rejection bawah (ARB) 6,85% ke Rp 680/saham, setelah kemarin saham ini ditutup stagnan di Rp 730/saham.

Dan saham emiten tambang batu bara, BOSS, yang anjlok 6,49% ke Rp 72/saham.

IHSG yang merosot hingga sore hari, tercatat seiring dengan diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat.

“PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika rapat bersama Banggar DPR, Senin (12/07/2021).

PPKM Mikro Darurat ini berbuntut pada perekonomian Indonesia yang turut terkena imbasnya.

Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III-2021 akan melambat menjadi 4% sampai 5,4% dan pada Kuartal IV-2021 diperkirakan akan tumbuh 4,6% – 5,9%. Sehingga secara keseluruhan tahun diperkirakan hanya akan mencapai 3,7% sampai 4,5%.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lirik Lagu Mardua Holong – Omega Trio

Read Next

Kendaraan Kini Tak Bisa Exit Tol di Jawa Tengah