ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Amerika-Indonesia Buka Peluang Kerjasama Riset dan Inovasi

Amerika-Indonesia Buka Peluang Kerjasama Riset dan Inovasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/07/2021). Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, YM Sung Y. Kim, dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko membahas peluang kerjasama Indonesia-Amerika perihal riset dan inovasi.

Audiensi ini, merupakan pertemuan pertama YM Sung Y. Kim dengan L.T. Handoko pascamenjabat sebagai Kepala BRIN. Bagi Kepala BRIN, Amerika Serikat merupakan mitra yang sangat potensial dan penting bagi Indonesia.

“Amerika Serikat adalah mitra yang sangat strategis dan potensial bagi Indonesia, terutama dalam kerja sama bilateral di bidang Riset dan Inovasi,” ujar Handoko, dalam keterangan tertulisnya.

Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki payung kerjasama Iptek sejak 2010 dan masih berlaku hingga saat ini. Teridentifikasi, beberapa kerja sama bilateral telah berjalan sangat efektif dan menguntungkan kedua negara.

“Kerja sama tersebut telah melibatkan banyak peneliti dari kedua negara, baik dari Lembaga Penelitian Non-Kementerian terdahulu, Badan Litbang Kementerian, Lembaga Strategis dan institusi riset, maupun kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia,” ungkap L.T. Handoko.

Dalam kesempatan itu, Handoko mengemukakan partisipasi aktif BRIN dalam Presidensi G20 Italia, yang pada tahun ini mengusung pentingnya penguatan kerjasama riset dan inovasi antar negara G20. Kepala BRIN juga meminta dukungan Pemerintah Amerika Serikat agar mendukung Indonesia untuk inisiasi pembentukan Joint Working Group/Sherpa riset dan inovasi dalam pertemuan G20 Ministerial Research Meeting yang akan berlangsung di Italia, 6 Agustus 2021.

Menurutnya kerjasama riset dan inovasi antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin meningkat karena beberapa bidang Kerjasama, antara lain seperti keanekaragaman hayati, pertanian, teknologi ruang angkasa, klimatologi dan meteorologi, kesehatan, serta mitigasi bencana alam, merupakan program-program kerjasama yang diminati kedua negara.

Kemudian, Kepala BRIN mengatakan perlunya campur tangan globang terkait kolaborasi riset dan inovasi.

“Saya sangat mendorong keterlibatan mitra global dalam kolaborasi riset dan inovasi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat saya dan tim akan melakukan evaluasi Foreign Research Permit (FRP) menjadi lebih sederhana untuk mendapatkan ketertarikan mitra global bekerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Sementa itu, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada D.S. Marsudi menambahkan sejumlah informasi terkait update hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, di antaranya seperti rencana pelaksanaan Joint Commission Meeting Indonesia-Amerika Serikat ke-5 di Indonesia pada tahun 2022, di mana Indonesia juga mengusulkan Ministerial Research and Innovation Meeting pada Presidensi Indonesia G20 tahun 2022.

Dalam hal ini Duta Besar Kim mengapresiasi segala bentuk kerja sama yang telah berjalan selama ini antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan berharap agar hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik dapat terus berlangsung.

“Ruang lingkup kerja sama bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia sudah sangat erat. Kami berkomitmen dan akan meneruskan kerja sama yang telah berjalan dengan baik dengan institusi kami seperti USAID dan lembaga lainnya,” terang Dubes Kim.

“Dokumen perjanjian kerja sama di bidang Iptek yang akan berlaku abadi ini memberikan pondasi yang kuat bagi kita untuk meneruskan kerja sama,” lanjut Dubes Kim.

Duta Besar Kim juga memiliki perhatian terhadap FRP, dan sangat menantikan FRP yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, sehubungan dengan upaya penanggulangan COVID-19, Dubes Kim juga menginformasikan bahwa Amerika Serikat akan mendonasikan vaksin Moderna dan sejumlah kebutuhan obat-obatan darurat yang akan tiba di Indonesia dalam waktu dekat.

Untuk Research and Innovation Working Group pada G20, Economic Counselor, Robert Ewing membahas kemungkinan untuk mengusulkan topik sustainable development, climate dan renewable energy.

“Usulan topik tersebut dapat diakomodasi oleh Indonesia karena sejalan dengan mandat yang diberikan Presiden Jokowi kepada BRIN untuk mengembangkan digital green blue economy,” kata Nada.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Puluhan Juta Orang Amerika Berisiko Terkena Panas yang Mematikan

Read Next

Australia Umumkan Kesiapannya untuk Kirim Kembali Tentaranya ke Afghanistan