ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Polisi Tangkap Eks Anggota DPRD Terkait Narkoba

sabu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/07/2021). Eks anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, inisial S, tertangkap basah tengah mengadakan pesta narkoba bersama belasan temannya.

Satu orang dari mereka dibebaskan karena hasil urine negatif. Para pelaku masing-masing berinisial AM, FS, DI, TS, MRF, FR, IA, SK, RD, SA dan MI. Mayoritas pelaku bekerja sebagai buruh harian lepas dan karyawan swasta.

Adapun kasus ini terungkap dari kecurigaan petugas terhadap sekelompok orang sedang nongkrong di sungai yang kering di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sukajadi, Baturaja Timur, OKU, Selasa (06/07/2021) malam. Di TKP, polisi Sering mendapatkan laporan adanya transaksi narkoba.

Pelaku tampak mencurigakan, petugas kemudian menggeledah badan dan menyisiri barang bukti di sekitar tempat duduk mereka. Ketika itu, petugas tidak menemukan barang yang dicari.

Selain itu, petugas terus melakukan pemeriksaan. DAN ditemukan banyak botol air mineral berisi minuman keras jenis tuak, rokok, kacang dan beberapa kertas yang diduga bungkus ganja.

Petugas meminta para pelaku berdiri dan ditemukan ganja siap pakai di tempat duduk pelaku AM. AM akhirnya mengakui barang bukti adalah miliknya yang sengaja disembunyikan sebelum penggeledahan.

Semua pelaku digiring ke Mapolres OKU untuk menjalani tes urine dan diambil keterangan. Sebanyak 11 pelaku dinyatakan positif, termasuk mantan anggota DPRD OKU S dan seorang lagi inisial SA negatif sehingga dipulangkan.

Kasi Humas Polres OKU AKP Mardi Nursal menyampaikan, penyidik melakukan pemeriksaan secara terpisah terhadap sebelas tersangka. Terungkap ganja didapatkan dari tersangka AM.

“Benar, dilakukan penggerebekan terhadap belasan orang sedang pesta narkoba. Sebelas orang positif dan satu negatif,” kata Mardi, dalam keterangannya, Kamis (08/07/2021).

Hasil penggeledahan AM, didapati 63 paket ganja siap edar. Total barang bukti seberat 170 gram.

“Tersangka AM diketahui sebagai pengedar, penyidik masih mengembangkan temuan ini,” kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka AM dikenakan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Sementara S dan sembilan orang lainnya akan diserahkan ke Badan Narkotika Nasional OKU untuk proses lebih lanjut.

“Jumlah yang diamankan 12 orang, di antaranya diproses pidana karena sebagai pengedar satu orang dan 10 lainnya diserahkan ke BNN, satunya lagi dibebaskan karena tidak terbukti,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Daftar Beasiswa Kuliah di Oxford University

Read Next

Pengangguran di AS Meningkat