ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bahaya Narkoba, Barang Haram yang Dikonsumsi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Bahaya Narkoba, Barang Haram yang Dikonsumsi Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/07/2021). Narkotika merupakan zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, atau semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1, narkotika adalah zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan itu menimbulkan kecanduan bila pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. 

Menurut keterangan dari Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, ada banyak dampak negatif dari konsumsi narkoba.

“Yang jelas kemampuan persepsinya menurun, kemampuan mengontrol emosinya menurun, kemampuan empatinya turun,” kata Jusri, dalam keterangannya kepada media, Kamis (08/07/2021).

Lebih lanjut, kata Jursi, pengaruh narkoba bisa berdampak pada kemampuan konsentrasi akan turun.

“Ada yang bilang konsentrasi akan naik, tapi ada beberapa hal tentang adanya pemakai narkoba atau alkohol akan menurunkan kemampuan persepsi pada saat itu kemampuan motorik, emosi, dan lain-lain,” kata Jusri.

Baru-baru ini ramai diberitakan Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba.

Hasil pemeriksaan, Nia dan Ardie dan satu pegawai rumahnya dinyatakan positif narkoba jenis sabu.

Ketiganya telah dites urine dan hasilnya dinyatakan positif sabu. Dalam kasus ini, polisi menyita sabu 0,78 gram dan bong.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menerangkan sabu tersebut ditemukan saat polisi menggeledah sopir Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, yang berinisial ZN. ZN mengaku sabu itu milik Nia Ramadhani.

“Harga per satu klip itu Rp 1,5 juta,” kata Yusri.

Polisi saat ini masih mengembangkan kasus ini. Kini, polisi tengah mengejar pemasok sabu ke Nia Ramadhani.

Yusri Yunus menuturkan kronologi penangkapan Nia di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Penangkapan berawal dari penangkapan pegawai Nia yang tak lain adalah sopirnya yang kedapatan membawa sabu-sabu.

“Sekitar pukul 9 pagi Sat Narkoba Jakpus mendapatkan informasi bahwa Saudari RA sering memang menggunakan sabu-sabu ini, yang bertempat tinggal di Pondok Pinang atau Pondok Indah, Jaksel. Kemudian dilakukan pendalaman oleh Sat Narkoba berhasil mengamankan seorang inisialnya ZN, sopir atau pembantu dari keluarga RA dan AAB,” ujar Yusri, kepada wartawan, Kamis (08/07/2021).

Usai menangkap ZN lalu dilakukan penggeledahan di rumah Nia Ramadhani. Dari penggeledahan rumah tersebut, Nia Ramadhani didapati berada di rumah dan mengakui menggunakan narkoba jenis sabu. Polisi juga menemukan alat isap.

“Saat dilakukan penggeledahan ZN ini ditemukan satu klip narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian dilakukan interogasi ternyata yang bersangkutan mengakui barang tersebut barang milik RA, itu pengakuannya. Itulah kemudian penyidik melakukan penggeledahan di rumah RA dan menemukan RA di rumah. Ditemukan lagi bong atau alat isap milik Saudari RA,” kata Yusri.

Nia Ramadhani kemudian diinterogasi polisi. Dan Nia mengaku sering menggunakan barang haram itu bersama suaminya.

Ketika penangkapan Nia, Ardi Bakrie tak ada di rumah. Meski begitu, Ardi Bakrie akhirnya menyerahkan diri ke Polres Jakpus.

“Kemudian dilakukan pendalaman dan mengakui bahwa juga suaminya, Saudara AAB, juga menghisap bersama menggunakan sabu-sabu ini bersama sama. Tapi saat di TKP Saudara AAB tidak ada sehingga Saudara ZN dan RA dibawa Polres Jakpus. Saudari RA dihubungi suaminya, sore hari atau setelah isya, Saudara AAB datang ke Polres Jakpus untuk menyerahkan diri,” jelas Yusri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Kamis malam, Nia dan Ardie dibawa ke luar Polres Jakarta Pusat untuk pengembangan. Nia dan Ardie dibawa keluar Polres Jakpus pukul 22.00 WIB.

“Malam ini kita bawa untuk pengembangan,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakpus Kompol Indrawenny Panji Yoga dalam keterangannya kepada media, Kamis (08/07/2021).

Dari foto yang beredar dimedia sosial, terlihat Nia berbaju tahanan berwarna merah. Nia mengenakan topi dan masker berwarna putih. Suaminya pun demikian, memakai topi dan masker.

Mengingat narkoba mengancam setiap orang, perlu kiranya mengetahui apa bahaya narkoba dan dampak penggunaan narkoba.

Menurut BNN, Narkoba dikatakan bahaya karena kandungan yang ada pada narkoba bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan.

Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Mudah Menghilangkan Insomnia Tanpa Obat

Read Next

Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Presiden Haiti, WN Amerika Ditangkap