ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Genjot Pemasukan Negara, Pedagang Bakso Bakal Kena Pajak

Genjot Pemasukan Negara, Pedagang Bakso Bakal Kena Pajak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/07/2021). Pedagang bakso serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya bakal dikenakan pajak oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Yon Arsal, Staf Ahli Kepatuhan Pajak Kemenkeu menyampaikan, alasan pajak menyasar ke pedagang bakso dan pelaku usaha UMKM lainnya karena didasari besarnya peran UMKM yakni mencakup 99 persen serapan tenaga kerja dan ada sebanyak 37 persen yang omzetnya di bawah Rp 300 juta per tahun.

“Itu yakni adalah pengusaha bakso (di antaranya). Memang bisa dibayangkan dengan basis ekonomi kita sebagian berasal dari UMKM, kita treatment khusus bayar pajak rendah, tentu ini akan mengurangi basis pajak kita secara signifikan,” kata Yon dalam sebuah webinar, Rabu (07/07/2021).

Yon menambahkan enam puluh persen ekonomi Indonesia berasal dari UMKM.

“Ini menjadi krusial dalam penerimaan pajak karena berdasarkan data BPS, 60 persen ekonomi Indonesia didukung usaha kecil menengah,” katanya.

Genjot Pemasukan Negara, Pedagang Bakso Bakal Kena Pajak

Oleh karenanya, Yon berharap UMKM bisa menjadi lembaga formal maka potensi terhadap penerimaan pajak akan meningkat.

“Kita berharap dengan visi Kadin Indonesia bawa UMKM ke level lebih tinggi dan punya akses perbankan ini akan menjadi sektor formal. Dari sektor ini mudah-mudahan kontribusinya (ke pajak) juga akan meningkat di masa akan datang,” kata Yon.

Sebagaimana diketahui dalam laporan Bank Indonesia, tercatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2021 sebesar 137,1 miliar dollar AS.

Bila dibandingkan bulan Mei 2021, angka tersebut meningkat yang mana posisi pada bulan sebelumnya sebesar 136,4 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyampaikan, posisi cadangan devisa itu sama dengan pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kemudian angka itu berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Erwin melalui keterangannya, Rabu (07/072021).

Erwin menambahkan peningkatan posisi cadangan devisa pada Juni 2021 diantaranya dipengaruhi oleh penerbitan Sukuk Global Pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

“Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai dan akan menjadi faktor penting bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional,” kata Erwin.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PM India Pecat 12 Menterinya

Read Next

Keadaan Darurat Diumumkan di Haiti