ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Harmoko Meninggal Dunia, Eks Menteri Penerangan Era Soeharto

Harmoko Meninggal Dunia, Eks Menteri Penerangan Era Soeharto

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/07/2021). Mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (04/07/2021), pukul 20.22 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Albertus Budi Sulistya, menyampaikan penanganan almarhum menerapkan protokol Covid-19.

“Yang jelas nanti tetap dengan protokol Covid-19,” ujar Budi , dalam keterangannya, Minggu (04/07/2021).

Terkait penyebab meninggal dan sakit yang diderita, kata Budi, itu merupakan kewenangan pihak keluarga.

“Saya enggak boleh menjelaskan [sakit Harmoko], nanti keluarga yang menjelaskan,” katanya.

Budi menjelaskan bahwa Harmoko dinyatakan meninggal duni beberapa saat setelah tiba di IGD RSPAD Gatot Subroto.

Diketahui, Harmoko meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Harmoko meninggal dunia sesaat sesudah masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Diketahui Harmoko masuk IGD pada pukul 20.00 WIB. Ketika itu Harmoko sudah terjadi penurunan kesadaran.

“Jadi pukul 8 malam Pak Harmoko diantar oleh keluarganya ke IGD RSPAD karena ada penurunan kesadaran,” kata Budi, dalam keterangannya, Minggu (04/07/2021).

Lalu, petugas medis memeriksa kondisi Harmoko. Akan tetapi, 2 jam setelahnya, Harmoko dinyatakan meninggal pada pukul 20.22 WIB.

“Pukul 20.22 Pak Harmoko dinyatakan wafat, kemudian pemulasaraan jenazahnya secara COVID,” jelas Budi.

Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Idris Laena juga sebelumnya membenarkan kabar meninggalnya Harmoko.

Diketahui, kesehatan Harmoko sempat memburuk dua tahun lalu. Harmoko pernah menjalani perawatan di RS Medistra karena infeksi paru pada 2018.

Selama hidupnya Harmoko pernah dijuluki Brutus karena dianggap berkhianat pada Soeharto. Akan tetapi Harmoko membuktikan sebaliknya.

Sebelum ke cerita Harmoko ada baiknya memahami apa maksud julukan ‘Brutus’ itu. Tersebutlah ‘Et tu, Brute?’ yang secara sederhana bisa diartikan sebagai ‘Bahkan kamu, Brutus?’ merupakan ungkapan pengkhianatan tak terduga dari seorang kawan. Istilah itu dikenalkan William Shakespearce dalam drama ‘Julius Caesar’.

Alkisah Julius Caesar sang diktator Romawi ditikam di gedung Senat Romawi yang diinisiasi oleh salah seorang senator Marcus Junius Brutus, yang juga dikenal sebagai orang terdekat Julius Caesar. Maka di akhir ajalnya itu Julius Caesar seolah tak percaya bila Brutus tega membunuhnya.

Julukan ‘Brutus’ itu pula yang lantas sempat dilontarkan ke Harmoko. Sebab, Harmoko dikenal dekat dengan Soeharto bahkan selama 14 tahun menjadi Menteri Penerangan bagi The Smiling General.

Akan tetapi di 1998 Harmoko yang menjabat sebagai Ketua MPR justru menyampaikan pesan ke Soeharto untuk lengser keprabon. Hingga puncaknya saat rapat pleno di kantor DPP Golkar yang membahas pengunduran diri Soeharto, kader Golkar Indra Bambang Utoyo menyebutnya Brutus.

Tak heran sebab Harmoko kala itu juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar di mana Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Akan tetapi di forum itu, Harmoko menjelaskan apa yang menjadi alasan pimpinan DPR menyampaikan pernyataan agar Soeharto mengundurkan diri.

Harmoko menuturkan Soeharto sama sekali tidak pernah menganggapnya ‘Brutus’. Sebagai bukti, Soeharto mengirimnya sebuah buku pada 27 November 2007.

“(Hubungan dengan Soeharto) Baik-baik saja. Ini buktinya,” kata Harmoko sambil memperlihatkan buku “The Life and Legacy of Indonesia’s Second President”. Di buku itu ada tanda tangan Soeharto.

Di buku itu juga tertera tulisan tangan Soeharto ‘untuk saudara Harmoko”. Buku pemberian Soeharto itu tidak pernah sebelumnya diumumkan ke publik.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Menteri Pertahanan Israel Ancam Serang Gaza

Read Next

Daftar Lokasi Penyekatan di Tol Jasa Marga